Kamis, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 Desember 2019

Kamis, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 Desember 2019

Hakim PN Medan Meninggal, IKAHI Desak Jaminan Keamanan Hakim

Selasa 03 Des 2019 11:11 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Umum PP IKAHI Suhadi

Ketua Umum PP IKAHI Suhadi

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Kematian hakim PN Medan merupakan bentuk nyata lemahnya jaminan keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) mendesak Presiden Joko Widodo memberikan jaminan rasa aman kepada hakim selama menjalankan tugas terkait tewasnya hakim PN Medan Jamaluddin yang ditemukan di mobilnya di Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11). Peristiwa itu merupakan bentuk nyata lemahnya jaminan keamanan hakim selaku penegak hukum.

Baca Juga

"Ini bukan pertama kali, tempo hari di Jakarta Pusat kejadian di ruang persidangan dipukul dengan sabuk, di Surabaya hakim ditusuk oleh yang berperkara. Banyak kejadian lain menyangkut keselamatan hakim," Ketua Umum PP IKAHI Suhadi di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (2/12).

Dia mengatakan IKAHI telah lama mengusulkan agar dibuat undang-undang tentang contempt of court atau penghinaan terhadap lembaga peradilan. Di dalamnya, termasuk soal perlindungn hakim secara fisik, baik lingkup pengadilan mau pun di luar pengadilan.

"Sebetulnya dalam KUHP yang baru juga ada pasal menyangkut hal tersebut, tetapi KUHP baru belum diundangkan ya belum berlaku," ujar Suhadi.

Standar pengamanan hakim di Indonesia dalam menjalankan tugas dan jabatannya sejatinya telah diatur dalam Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Namun, implementasi dari UU tersebut tidak pernah dijalankan.

Pada Ahad (1/12), Kepala Polda Sumut Irjen Agus Andrianto menduga kematian Hakim Pengadilan Negeri Medan, yang juga menjabat Humas Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin, akibat dibunuh "orang dekat". Namun, ia tidak merinci lebih lanjut pihak yang dimaksud dengan orang dekat untuk kepentingan penyelidikan.

Tim forensik pun disebutnya masih melakukan uji laboratorium terhadap cairan lambung korban untuk mengetahui kondisi korban sebelum meninggal.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA