Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Dua Orang Utan Korban Karhutla Kalbar Dievakuasi

Selasa 03 Dec 2019 09:12 WIB

Red: Nora Azizah

Evakuasi orangutan korban karhutla (Ilustrasi)

Evakuasi orangutan korban karhutla (Ilustrasi)

Foto: Antara/HO/IAR Indonesia-Heribertus
Dua orangutan korban karhutla diselamatkan dari Desa Sungai Besar, Ketapang, Kalbar.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan International Animal Rescue (IAR) Indonesia mengevakuasi dua orangutan di Ketapang. Orangutan tersebut terdiri dari, satu jantan dan betina dewasa yang diselamatkan dari Desa Sungai Besar.

Baca Juga

"Orangutan betina ini sangat kurus, karena telah menderita kelaparan selama berbulan-bulan sejak habitatnya terbakar, kami juga menduga dia kehilangan bayinya karena orangutan ini masih mengeluarkan air susu, mungkin bayinya mati karena kekurangan nutrisi. Jika kami tidak segera menyelamatkannya, mungkin dia sudah mati sekarang,” kata Manajer Lapangan IAR Indonesia, Argitoe Ranting, dalam keterangan tertulis yang diterima di Pontianak, Selasa (3/12).

Argitoe mengatakan, orangutan betina itu langsung dilepaskan di hutan Sentap Kancang tidak jauh dari tempat dia diselamatkan. Sementara, orangutan lainnya saat ini masih menjalani pemeriksaan dan perawatan oleh tim medis IAR Indonesia.

Argitoe mengungkapkan, disepanjang 2019 ini, pihaknya sudah menyelamatkan sebanyak sembilan orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang. Kemudian, sepanjang 2015 pihaknya menyelamatkan 44 orangutan dari habitatnya yang hancur dalam beberapa bulan bahkan setelah kebakaran hutan mereda.

"Sejak kebakaran yang diawali Juli 2019, IAR Indonesia telah menyelamatkan sembilan orangutan dari kawasan hutan yang terbakar," lanjut Argitoe.

Sementara itu, Direktur Program IAR Indonesia, Karmele L Sanchez mengatakan, kathutla adalah ancaman terbesar bagi orangutan saat ini. Diperlukan kemauan dan komitmen yang kuat dari semua negara untuk memerangi perubahan iklim. Kebakaran hutan merupakan penghasil rumah kaca terbesar di dunia.

"Bila kita tidak melindungi hutan yang tersisa, kita tidak hanya akan menderita akibat perubahan iklim, tetapi juga akan menyaksikan keanekaragaman hayati dari Kalimantan, termasuk orangutan, akan musnah," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA