Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar: PKB Peduli Isu Perubahan Iklim

Selasa 03 Dec 2019 10:02 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Muhaimin Iskandar dan Yahya C Staquf bersama delegasi parlemen Eropa di Kroasia.

Muhaimin Iskandar dan Yahya C Staquf bersama delegasi parlemen Eropa di Kroasia.

Foto: DPP PKB
Sebagai Ketua Umum PKB Muhaimin IskandarPeduli Isu Perubahan Iklim

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID — Ketua Umum PKB, A Muhaimin Iskandar, mengatakan partai selalu peduli pada isu perubahan iklim dunia. Bahkan, sebagai wakil DPR RI, hal itu akan diwujudkan dalam agenda berisi komitmen keseriusan politik.

‘’Peduli pada pemanasan global ini merupakan wujud komitmen kami dan keseriusan politik DPR dalam turut serta mendorong aksi-aksi nyata mereduksi emisi serta isu perubahan iklim di dunia,’’ kata Muhaimin Iskandar yang kini tengah berada di Madrid untuk menghadiri konfrensi PBB mengenai perubahan iklim melalui rilisnya kepada Republika.co.id (3/12).

Muhaimin  hadir bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong serta stakeholder lain sebagai delegasi RI dalam forum konferensi internasional tersebut yang diikuti 197 negara.

Selain itu, pria yang akrab disapa Cak Imin ini juga akan membuka Pavilion Indonesia di COP 25 pada hari kamisnya (4/12), serta menjadi ‘keynote speaker’ pada forum tersebut.  Muhaimin akan menyampaikan materi "Collaborative Climate Action ; Legislative and Executive Continuous Supports". Forum Pavilion Indonesia akan dihadiri ratusan peserta dari seluruh delegasi Indonesia dan delegasi para peninjau dari beberapa beberapa negara.

"Kita akan mendorong aksi nyata pemerintah Indonesia  yang lebih konkrit dalam kancah global terhadap isu-isu reduksi emisi dan perubahan iklim," kata Cak Imin
Seperti diketahui, UN Climate Change Conference COP25 ini merupakan forum penting dan strategis karena dihadiri berbagai kalangan, baik kalangan Menteri, Legislatif, Akademisi, NGO, Korporasi dan Media dari 197 negara yang tergabung di dalamnya.

Berbagai presentasi, diskusi panel serta "negotiation session" akan dilakukan selama konferensi yang berlangsung dari tanggal 2-13 Desember 2019.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA