Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Kemenristek Targetkan Dua Hal pada 2020

Selasa 03 Dec 2019 10:18 WIB

Rep: Laeny Sulistyawati/ Red: Dwi Murdaningsih

Meteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro memberikan pidato utama pada acara penganugrahan Habibie Award periode XXI tahun 2019 di Jakarta, Selasa (12/11).

Meteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro memberikan pidato utama pada acara penganugrahan Habibie Award periode XXI tahun 2019 di Jakarta, Selasa (12/11).

Foto: Republika/Prayogi
Kemenristek ingin menambah PUI dan memperkuat Litbang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Riset, Teknologi, dan Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menargetkan menambah dua hal pada tahun 2020. Dua hal itu adalah pusat unggulan Iptek (PUI) dan memperluas riset penelitian dan pengembangan (litbang).

"Kami harapkan menambah PUI yang ada di 2020," ujar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Soemantri Brodjonegoro, Senin (2/12).

Ia menjelaskan, sebelumnya instansinya telah mendirikan PUI. PUI adalah pusat penelitian dan pengembangan yang sudah dipilih berdasarkan rekam jejak dan kinerjanya.

Ia menyebutkan saat ini sekitar 130 lembaga penelitian dan pengembangan telah berstatus sebagai PUI. Kemudian, dia melanjutkan PUI ini jika berhasil menjaga kualitasnya maka statusnya pantas untuk ditingkatkan levelnya menjadi pusat unggulan di level nasional. 

"Kemudian setelah menjadi pusat unggulan di level nasional maka kami memberikan beberapa jenis hibah, ada yang terkait pembinaan, terkait riset. Kemudian, jika PUI tersebut melakukan penelitian mengarah ke hilirisasi maka dia mendapatkan hibah untuk inovasi," katanya.

Efeknya, dia melanjutkan, kalau PUI terus berkinerja baik sebagai pusat unggulan ilmiah di tingkat nasional maka mereka akan kembali naik kelas menjadi Science Techno Park (STP). STP merupakan kawasan yang dikelola secara profesional dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan/perekonomian.

"Kalau sudah menjadi STP, saya harap mereka semakin giat melakukan inovasi dalam bidangnya. Kemudian melahirkan produk-produk yang bisa meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap barang impor," ujarnya. 

Tak hanya itu, pihaknya menargetkan tahun depan bisa memperluas riset litbang di lembaga/badan termasuk perusahaan swasta. Swasta akan diajak dengan menggunakan sistem insentif," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA