Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

BNPT Reedukasi Napi Terorisme dengan Wawasan Kebangsaan

Selasa 03 Dec 2019 15:56 WIB

Red: Ratna Puspita

Narapidana tindak pidana terorisme (ilustrasi). Salah satu program deradikalisasi yang dilakukan  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan reedukasi kepada para narapidana kasus terorisme (napiter) agar mereka dapat meninggalkan paham radikal terorisme.

Narapidana tindak pidana terorisme (ilustrasi). Salah satu program deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan reedukasi kepada para narapidana kasus terorisme (napiter) agar mereka dapat meninggalkan paham radikal terorisme.

Foto: republika
Program reedukasi merupakan pembinaan atau penguatan agar meninggalkan terorisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu program deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terhadap para narapidana kasus terorisme (Napiter) adalah reedukasi. Program reedukasi merupakan pembinaan atau penguatan agar dapat meninggalkan paham radikal terorisme.

Baca Juga

BNPT menyebutkan program reedukasi itu dilakukan transformasi pemikiran, pemahaman, sikap. Caranya, memberikan pencerahan kepada warga binaan Pemasyarakatan (WBP) tentang ajaran agama dan kebangsaan.

Ajaran agama dan kebangsaan itu mengusung nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan sikap terbuka terhadap sejumlah perbedaan yang ada dalam kehidupan beragama, bermasyarakat dan berbangsa. Program reedukasi yang dilakukan Subdit Bina Dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) pada Direktorat Deradikalsiasi BNPT terhadap dua WBP kasus terorisme, yakni RP dan SW, ini ditinjau langsung oleh Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, di Lapas Kelas III Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Senin (2/12).

"Kegiatan reedukasi ini adalah kegiatan yang rutin, yang kita laksanakan khususnya dilakukan oleh Subdit Bina Dalam Lapas dalam rangka meningkatkan program deradikalisasi di dalam Lapas. Dan saya kebetulan hari ini berkunjung ke Lapas Gunung Sindur untuk melihat secara langsung program deradikalisasi yang dilakukan oleh subdit saya untuk mengetahui perkembangan WBP itu," ujar Hendri dalam keterangan tertulisnya persnya, Selasa (3/12). 

Mantan Komandan Satuan Induk Badan Intelijen Strategis (Dansat Induk Bais) TNI ini mengatakan kegiatan reedukasi dilakukan dengan tujuan memperkuat wawasan dan landasan moral dalam pemahaman dan sikap dari WBP kasus terorisme. Para WBP ini diberikan wawasan dan pendidikan kebangsaan dan cinta tanah air terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sehingga reedukasi upaya menstimulus terhadap WBP untuk memunculkan berbagai alternatif solusi serta memilih jalan perdamaian sebagai solusi rasional," kata alumni Akmil tahun 1986 ini.

Ia mengatakan para WBP yang mengikuti kegiatan reedukasi ini harus sudah memiliki pemikiran terbuka dan mau belajar untuk memahami hal pemahaman yang lebih damai. Tim deradikalisasi di dalam lapas bersama wali WBP ini melakukan pendekatan yang lebih personal agar timbul rasa percaya yang kuat.

"Dari pertemuan dengan dua WBP tadi saya sepintas melihat para WBP yang tadi yang mengikuti program Reedukasi ada indikasi-indikasi bahwa mereka akan lebih baik. Dan bahkan mereka juga sudah siap untuk nanti terintegrasi dengan masyarakat apabila mereka nanti sudah keluar dari Lapas," kata mantan Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja, Kodam XVII/Cenderawasih ini.

Dalam kesempatan tersebut mantan Dansat Intel Bais TNI ini juga melakukan dialog bersama Kepala Lapas Kelas III Gunung Sindur, Sopiana dan Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas II B Gunung Sindur, Agus Salim. Dialog untuk memberikan masukan dan solusi terkait permasalahan yang terjadi di Lapas dan Rutan Gunung Sindur dalam menangani WBP dan tahanan terorisme.

Kasubdit Bina Dalam Lapas BNPT, Kolonel Cpl. Sigit Karyadi, mengatakan bahwa dalam melaksanakan program Reedukasi ini pihaknya juga mendatangkan para pakar atau profesional yang mumpuni. Para pakar melakukan pendekatan kepada para WBP agar dapat memberikan pendidikan dan wawasan.

Kepala Lapas Kelas III Gunung Sindur, Sopiana, berharap agar dalam memberikan edukasi yang dilakukan BNPT tidak hanya dilakukan terhadap WBP saja. Program ini juga diberikan kepada para petugas Lapas dan Rutan.

Ini agar pembinaan terhadap WBP kasus terorisme yang dilakukan para petugas Lapas bisa sejalan dan selaras dengan materi program deradikaliasi yang diberikan oleh BNPT kepada para WBP. Selain itu agar para petugas Lapas dan Rutan memiliki pandangan yang sama dalam membina para WBP dan tahanan.

Kepala Rutan Kelas II B Gunung Sindur Agus Salim mengatakan dirinya juga menyambut positif terhadap apa yang sudah dilakukan BNPT dalam melakukan pembinaan terhadap para WBP terorisme. "Kebetulan kami tadi juga sudah melakukan diskusi banyak dengan pak Deputi I BNPT dan sudah memberikan masukan juga. Insya Allah mungkin ke depannya untuk lebih ditingkatkan lagi SDM-nya dan bentuk program-programnya pembinaan terhadap para WBP maupun tahanan,” kata KAgus Salim.

Dalam melaksanakan program reedukasi tersebut BNPT menghadirkan para professional yang dianggap mumpuni dalam melakukan pendekatan kepada para WBP tersebut. Mereka adalah Dr. Moch. Syarif (bidang Agama), Dr. Yunita Faela Nisa, M.Psi (bidang Psikologi) dan Dr. Mu'min Roup (bidang Wawasan Kebangsaan). Yang mana ketiganya berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA