Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Mahfud MD: Sekarang Banyak Industri Hukum

Selasa 03 Dec 2019 16:54 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Teguh Firmansyah

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD saat diwawancarai di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (3/12). Mahfud menyoroti masalah kepastian hukum dan rasa keadilan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD saat diwawancarai di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (3/12). Mahfud menyoroti masalah kepastian hukum dan rasa keadilan.

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Mahfud menyoroti praktik penegakan hukum yang belum memenuhi unsur keadilan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyingung praktik penegakan hukum yang menurutnya belum semua memenuhi unsur kepastian hukum dan keadilan.

Baca Juga

Karena itu, saat membuka Rakernas Kejaksaan se-Indonesia, ia menekankan pentingnya penegakan hukum berkeadilan.  Saat ini, kata ia, penegakkan hukum seperti dijadikan industri hukum.

"Ini penting karena di dalam praktik itu judulnya penegakan hukum, itu sekarang banyak industri hukum, bukan hukum industri tapi industri hukum," ujar Mahfud saat ditemui wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (3/12).

Ia menerangkan yang dimaksud industri hukum ialah banyaknya proses penegakan hukum terhadap orang tidak bermasalah.

"Orang yang tidak salah diatur sedemikian rupa menjadi bersalah, orang yang bersalah diatur sedemikian rupa menjadi tidak bersalah. Itu namanya industri hukum," ujar Mahfud.

Tak hanya itu, kata Mahfud, hukum juga diakali dengan segala cara. Ia mencontohkan, sejumlah kasus perdata yang sudah inkrah hingga tingkat Mahkamah Agung (MA) yang kemudian tinggal eksekusi. Namun ternyata, kasus tersebut kemudian dibuat berubah menjadi kasus pidana

"Kah nanti eksekusinya tidak jalan karena melalui aparat penegak hukum digugat, dibelokkan menjadi hukum pidana, padahal ini sudah selesai," ujar Mahfud


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA