Kamis, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 Desember 2019

Kamis, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 Desember 2019

Dinkes Temanggung Imbau Waspadai ISPA di Pancaroba

Rabu 04 Des 2019 01:00 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

ISPA perlu diwaspadai pada masa pergantian musim dari kemarau ke hujan. (Ilustrasi)

ISPA perlu diwaspadai pada masa pergantian musim dari kemarau ke hujan. (Ilustrasi)

Foto: ANTARA FOTO/ Feny Selly
ISPA perlu diwaspadai pada masa pergantian musim dari kemarau ke hujan

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA). ISPA perlu diwaspadai pada masa pergantian musim (pancaroba) dari kemarau ke musim hujan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Suparjo, mengatakan ISPA bisa menyerang siapa saja. ISPA terutama pada anak maupun lansia karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah sehingga rentan terhadap berbagai infeksi.

"Sering kita melihat bayi digendong naik sepeda motor tidak diselimuti, itu rawan terkena ISPA," katanya pada Selasa (3/12).

Menurut dia yang penting adalah menjaga kehangatan tubuh jangan sampai kehujanan. Prinsipnya jaga dari udara dingin. Ia menuturkan untuk orang dewasa terutama masalah lingkungan, misalnya kamarnya harus bersih, pencahayaannya cukup, sering dibuka jendelanya supaya sirkulasi udara lancar.

ISPA merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernapasan), atau paru-paru. ISPA merupakan infeksi yang mengganggu proses pernafasan seseorang. ISPA menimbulkan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular.

Suparjo mengatakan pada masa pancaroba ini terutama jika hujannya sudah agak banyak juga perlu mewaspadai demam berdarah dengue (DBD). "Agak mengkhawatirkan demam berdarah itu. Untuk mengatasinya paling bagus pemberantasan sarang nyamuk. Jangan mengandalkan pengasapan, yang paling bijaksana dengan pemberantasan sarang nyamuk yakni menguras, menutup, serta mengubur benda-benda yang tidak berguna," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA