Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Jokowi Minta Kebijakan dan Regulasi Muat Ideologi Pancasila

Selasa 03 Dec 2019 17:05 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Wakil Presiden Ma

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Wakil Presiden Ma

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Jokowi mengatakan, tanpa ideologi, Indonesia tak akan bisa kokoh bersatu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar setiap kebijakan dan regulasi yang disusun baik kementerian ataupun lembaga memuat ideologi Pancasila. Jokowi mengatakan, tanpa ideologi, Indonesia tak akan bisa kokoh bersatu.

Baca Juga

"Saya mengajak, meminta agar setiap produk-produk kebijakan, produk-produk regulasi, produk-produk perundangan, rasa ideologi itu harus nampak. Ideologi Pancasila harus nampak di situ," kata Jokowi saat memberikan sambutan acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/12).

Karena itu, ideologi Pancasila pun harus dibumikan dan disebarkan kepada generasi muda melalui berbagai platform media komunikasi. "Tidak mungkin negara sebesar kita Indonesia ini bisa kokoh bersatu tanpa ideologinya berbeda-beda. Mau ke mana kita. Kita ngajak ke utara, ada yang ke selatan, ke barat, ke timur. Mau ke mana kita kalau seperti itu. Inilah sekali lagi pentingnya ideologi," ucapnya.

Ia pun kemudian mencontohkan setiap program dan kebijakan pemerintah pusat yang selalu berlandaskan pada ideologi Pancasila seperti program KIS, KIP, dan juga PKH. "Perikemanusiaan ada di situ. BBM satu harga, Ada ideologinya di situ? Saya pastikan ada. Keadilan sosial ada di situ. Infrastruktur jangan dilihat tidak ada ideologinya, orang hanya melihat fisik, orang hanya melihat urusan ekonominya. Tidak. Di situ ada persatuannya," jelas presiden.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA