Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Anies Instruksikan Sisir Area Monas

Selasa 03 Dec 2019 17:29 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Indira Rezkisari

Anggota Labfor Mabes Polri mengumpulkan barang bukti di TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/12).

Anggota Labfor Mabes Polri mengumpulkan barang bukti di TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/12).

Foto: Nova Wahyudi/Antara
Anies mengatakan penyisiran dilakukan sebagai antisipasi keamanan di Monas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usai insiden ledakan granat asap di kawasan Monas yang menciderai seorang petugas pada Selasa (3/12) pagi, kawasan Monas saat ini sudah kembali normal. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan sudah menginstruksikan jajaran UPT Monas untuk menyisir kembali area Monas.

"Tadi pagi saya sudah komunikasi langsung dengan Pak Kapolda, berbicara mengenai kejadian tadi pagi," kata Anies, Selasa (3/12). Kepada Anies, Kapolda menyampaikan mengenai granat asap meledak tersebut. Kemudian Anies juga langsung memanggil kepala UPT Monas.

"Saya instruksikan kepada kepala UPT Monas untuk melakukan semacam penyisiran di seluruh kawasan Monas oleh petugas kita sendiri," ujar Anies. Penyisiran itu, lanjut Anies, dilakukan kalau masih ditemukan hal-hal yang dianggap berbahaya. Pihak UPT kemudian bisa melaporkan hal ini kepada aparat keamanan.

"Karena di sana juga ada aparat keamanan yang bertugas. Jadi itu yang kita lakukan," terangnya.

Anies memastikan pascakejadian tadi pagi, secara umum Jakarta tetap aman. Bahkan ia menyebut kejadian tadi pagi itu lebih seperti insiden. Anies pun memastikan prosedur pengamaman sudah menjadi tanggung jawab pihak penegak hukum.

"Jadi polisi dan TNI yang bisa menjelaskan itu karena prosedurnya ada di sana. Kami pada pengelolaan kawasannya. Meskipun begitu kita lalukan tetap review unuk melakukan pengecekan," ujar Anies.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA