Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Malam Tahun Baru Pemkot Palu Larang Warga Pesta Pora

Rabu 04 Dec 2019 00:10 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Alasan utama larangan pesta tahun baru untuk menjaga perasaan korban likuefaksi. (Ilustrasi)

Alasan utama larangan pesta tahun baru untuk menjaga perasaan korban likuefaksi. (Ilustrasi)

Foto: muhammad nursyamsi
Alasan utama larangan pesta tahun baru untuk menjaga perasaan korban likuefaksi

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pemerintah Kota Palu secara tegas melarang warga pesta pora saat mengisi malam pergantian tahun dari 2019 ke 2020. Alasan utama larangan tersebut adalah untuk menjaga perasaan korban gempa, tsunami, dan likuefaksi setahun lalu yang hingga kini masih berduka. Pemkot Palu meminta warga mengisi malam tahun baru dengan kegiatan keagamaan.

Pernyataan ini diungkapkan Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Palu Asri saat memimpin rapat koordinasi menyambut Tahun Baru 2020 di Ruang Rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu di Palu, Selasa (3/12).

"Diimbau tidak melakukan kegiatan-kegiatan seperti menjual miras (minuman beralkohol) dan petasan, merayakan malam tahun baru dengan kegiatan konvoi kendaraan. Melarang penjualan dan penggunaan petasan, kembang api, musik, dan minuman keras di tempat umum," katanya.

Bagi warga yang beragama Islam, ia mengimbau agar mereka mengisi malam pergantian tahun dengan dzikir, doa bersama, maupun ceramah agama. "Mengimbau warga yang nonmuslim agar melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing di malam pergantian tahun," jelasnya.

Ia juga menekankan pemilik apotek dan toko obat agar tidak memperjualbelikan alat kontrasepsi seperti kondom secara bebas kepada mereka yang bukan suami istri. Imbauan ini untuk mencegah seks bebas yang marak terjadi setiap memasuki malam pergantian tahun.

"Kami akan mengeluarkan dan menyebarluaskan surat edaran berisi keputusan mengenai hal tersebut dan meminta pihak Pol PP dan kepolisian untuk merazia dan menertibkan pihak-pihak yang tetap melakukan kegiatan yang dilarang di atas agar tidak mengganggu ketertiban dan keamanan," katanya. Pemkot Palu akan mengisi malam pergantian tahun dengan zikir bersama di dua tempat yakni Lapangan Vatulemo dan puncak Gunung Salena.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA