Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Jelang Munas Golkar, Luhut Minta Kader Bersatu

Selasa 03 Dec 2019 17:17 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ratna Puspita

Tokoh senior Golkar Luhut Binsar Pandjaitan

Tokoh senior Golkar Luhut Binsar Pandjaitan

Foto: Republika/Mimi Kartika
Luhut meminta kepada kader Golkar untuk tidak lagi membentuk kubu-kubu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, tokoh senior Golkar Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada seluruh kader merapatkan barisan menjaga kesatuan partai. Luhut meminta kepada kader untuk tidak lagi membentuk kubu-kubu dan bisa mengelola perbedaan pendapat menjadi kesatuan untuk partai.

"Ini kedewasaaan Golkar. Bisa beda pendapat, tapi kalau ada kepentingan nasional ya itu harus dilakukan. Saya harus memuji Bambang dan Airlangga mereka bisa menyingkirkan perbedaan mereka. Saya imbau temen temen yang lain ayo guyub dan bawa Golkar lebih baik di 2024," ujar menteri koordinator maritim dan investasi ini di Kantornya, Selasa (3/12).

Luhut menjelaskan kesatuan partai penting di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak stabil. Ia tak menampik sepanjang persiapan Munas ini ada perbedaan pendapat atar banyak kubu para caketum.

Baca Juga

Ia melihat,perbedaan ini perlu diredam jelang munas agar tidak ada lagi gonjang ganjing politik. "Kedewasaan Golkar ini menjadi kedewasaan emerging markets. Saya gak mau ada gonjang ganjing politik. Apalagi Airlangga menko perekonomian," ujar Luhut.

photo
Bambang Soesatyo mendatangi Kantor Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (3/12). (Republika/Intan Pratiwi)
Hari ini, Luhut bertemu Bambang Soesatyo yang sebelumnya mengajukan diri sebagai calon ketua umum Golkar. Usai bertemu Luhut, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan mundur dari pencalonannya menjadi ketua umum Golkar.

"Dengan ini saya mengundurkan diri dari pencalonan Ketum Golkar," ujar Bamsoet di Kemenko Maritim, Selasa (3/12).

Bamsoet beralasan mundurnya dia dari pencalonan setelah mendapat pertimbangan dari para senior. Apalagi, kata Bambang situasi ekonomi politik saat ini membutuhkan stabilitas.

"Ini cara kami menyelesaikan masalah. Ketika senior kasih pendapat. Kami yang muda, patuh. Kami mematuhi pak Ical, pak agung , pak Akbar dan pak Luhut," ujar Bambang.

Ia juga menilai saat ini yang terpenting adalah menjaga persatuan Golkar. Ia mengedepankan kepentingan Golkar agar partai tetap solid dan maju. "Untuk menjaga persatuan dan mendengarkan saran senior. Saya gak bisa melawan. Kepentingannya agar Golkar solid dan maju," ujar Bambang.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA