Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Ketua DPRD Kota Depok Evaluasi Kinerja Kontraktor

Selasa 03 Dec 2019 21:00 WIB

Rep: Rusdi Nurdiansyah/ Red: Muhammad Hafil

Pemkot Depok

Pemkot Depok

Foto: antara
Pekerjaan infrastruktur dinilai sangat rawan.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Ketua DPRD Kota Depok TM Yusuf Syahputra akan evaluasi kinerja kontraktor proyek pembangunan l di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Hal itu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan dan hasil pekerjaan yang menggunakan anggaran APBD Kota Depok.

"Pekerjaan pembangunan infrastruktur dinilai sangat rawan akan kecelakaan kerja, mulai dari pekerja hingga warga sekitar pekerjaan pembangunan. Jika pihak kontraktor lalai akan keselamatan kerja dan juga bekerja asal-asalan maka yang rugi kita semua," ujar Putra di Gedung DPRD Kota Depok, Selasa (3/12).

Dia mengutarakan, sebagai fungsi pengawas, pihaknya akan mengevaluasi seluruh kegiatan proyek. "Ketika ada pembahasan kita pertanyaan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang mangkrak dan hasilnya tidak baik serta juga yang lalai akan keselamatan kerja," terang Putra.

Menurut Putra, pihaknya bersama alat kelengkapan dewan dan juga Komisi C DPRD Kota Depok akan mengkaji laporan dari masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang dinilai melanggar ketentuan pekerjaan.

"Berdasarkan laporan masyarakat, kita tindak lanjuti dengan melihat kelapangan sesuai alat kelengkapan dewan dengan Komisi C DPRD Kota Depok. Nanti kita akan tegur terkait pekerjaan yang tidak baik dan tidak sesuai dengan perencanaan yang sudah ada," tegasnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Burhanudin menyayangkan kinerja dari kontraktor pelaksana PT. Andikarya Teknik Perkasa yang sedang melakukan pembangunan dan penataan SDN Kalibaru 1 dengan anggaran Rp. 2.6 miliar yang telah lalai dalam keselamatan kerja.

"Pekerjaan tidak memperhatikan keselamatan pekerja, sudah dua kali kejadian pekerjanya jatuh dari lantai 2. Pekerja proyek tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja, dan perkembangan pekerjaan sepertinya tidak akan tercapai," terangnya.

Burhanudin berharap pihak kontraktor dapat memerhatikan keselamatan lingkungan sekitar. Karena pekerjaan yang dilakukan berada sangat dekat dengan lingkungan warga. "Jaring hanya dipasang sedikit dan pekerja tidak menggunakan helm keselamatan dan rompi kerja. Kami berharap pelaksana pekerjaan bisa bekerja dengan baik. Kami juga menginginkan pelaksana pekerjaan pembangunan bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan dapat memastikan keselamatan pekerja dan juga keselamatan warga sekitar," pungkasnya. 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA