Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

BNPT dan Ceko Kerja Sama Tangani Eks Kombatan Suriah

Selasa 03 Dec 2019 20:18 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Eks kombatan ISIS menjadi perhatian sejumlah negara. Foto ilustrasi kombatan ISIS.

Eks kombatan ISIS menjadi perhatian sejumlah negara. Foto ilustrasi kombatan ISIS.

Foto: VOA
Eks kombatan Suriah menjadi perhatian Indonesia dan Ceko.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Pemerintah Ceko menggelar pembicaraan terkait kembalinya para kombatan teroris asing (foreign terrorist fighters/FTF) ISIS dan keluarganya dari Suriah.

Baca Juga

Kembalinya mereka ke negara-negara masing-masing menjadi isu penting setiap negara, mengingat ancaman serius terorisme. Untuk itu, kerja sama antarnegara baik multilateral maupun bilateral menjadi sangat penting, termasuk dengan Negara Ceko. 

Pembicaraan terkait kerja sama tersebut dilaksanakan Kepala BNPT Suhardi Alius saat melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Dalam Negeri republik Ceko Jakub Kulhanek di kantornya, Praha, Jumat (29/11) lalu.

"Tentunya penting sekali bagi Indonesia untuk menjalin kerjasama dalam rangka berbagi informasi dengan Republik Ceko ini guna mencari solusi terkait penanganan FTF tersebut,” kata Kepala BNPT Suhardi Alius, dalam pertemuan tersebut, dalam keterangannya kepada Antara, Selasa (3/12). 

Dalam pertemuan itu, Kepala BNPT didampingi Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Budiono Sandi dan Direktur Kerjasama Bilateral Kris Erlangga.

Suhardi mengatakan, Pemerintah Indonesia sampai saat ini juga belum mengambil keputusan politik untuk menerima kembalinya FTF dari medan konflik walaupun Indonesia memiliki sekitar 500 FTF di Suriah termasuk wanita dan anak-anak.

Dia mengatakan, tentunya jumlah tersebut sebenarnya kalau dipersentasi dapat dikatakan kecil dibandingkan dengan jumlah populasi penduduk Muslim Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta orang. 

“Bahkan sangat kecil jika dibandingkan dengan FTF dari negara bekas Uni Soviet yang mencapai 10 ribu dan FTF dari Xin Jiang, China yang mencapai 5.000 orang," ujar mantan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhannas RI tersebut.

Namun demikian, Kepala BNPT mengatakan dengan tegas bahwa terorisme tidak dapat dikaitkan dengan agama, kebangsaan, atau peradaban apapun. Ini dapat dibuktikan dengan adanya serangan teroris yang terjadi di Selandia Baru, Sri Lanka dan di Texas AS. 

Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Ceko, Jakub Kulhanek, yang dalam kesempatan tersebut didampingi antara lain Direktur Dinas Intelijen Republik Ceko sangat senang bisa bertemu dengan Kepala BNPT. 

Menurutnya masalah terorisme ini telah menjadi masalah global yang hanya bisa diatasi melalui kerjasama internasional. 

"Walaupun letak geografi antara Ceko dan Indonesia sangat jauh, namun seluruh dunia mengakui bahwa teroris tidak mengenal batas negara. Seluruh komunitas internasional dituntut untuk bekerjasama dalam memerangi terorisme. Dan kami bersyukur bisa melakukan pertemuan dengan pemerintah Indonesia," kata Jakub Kulhanek.

Dirinya mengatakan bahwa Republik Ceko sangat berharap dapat bekerjasama lebih serius dengan pemerintah Indonesia. Bahkan draft MoU yang disampaikan BNPT telah dipelajari dan dikoreksi di beberapa pasalnya. Pemerintah Ceko sedang menyusun bentuk penandatanganan kesepakatan kerjasama lebih luas yang tidak hanya mencakup terorisme, karena selama ini Indonesia dan Republik Ceko juga telah menjalin kerjasama antar-kepolisian terutama dalam bidang penanganan pencarian DPO dan orang hilang.

"Karena kami (Ceko) merupakan anggota Uni Eropa dan masuk dalam koalisi NATO yang mengandalkan Badan Intelijen dan Kepolisian dalam menangani terorisme serta melindungi warga Ceko dari ancaman ekstremisme kekerasan," kata Jakub.

Republik Ceko tidak memiliki lembaga penanggulangan terorisme yang terpusat seperti BNPT. Terorisme di Republik Ceko ditangani Badan Intelijen Domestik dan Luar Negeri, serta Kepolisian Nasional yang bertanggung jawab kepada Perdana Menteri.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA