Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

UMS Gelar Konferensi Psikologi Bertaraf Internasional

Selasa 03 Dec 2019 21:44 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Gita Amanda

Universitas Muhammadiyah Surakarta gelar konferensi psikologi bertaraf internasional.

Universitas Muhammadiyah Surakarta gelar konferensi psikologi bertaraf internasional.

Foto: ums.ac.id
Kegiatan fokus membahas peningkatan peran psikologi mengatasi masalah manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO -- Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar konferensi bertaraf internasional bertajuk International Conference of Islamic and Indigenous Psychology (ICIIP), di Gedung Induk Siti Walidah UMS, Kabupaten Sukohajo, Jawa Tengah, pada Senin-Selasa (2-3/12). Konferensi tersebut mengangkat tema "Expanding Boundaries of Islamic and Indigenous Psychology: Humanization, Liberation, and Transcendence".

Kegiatan yang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri tersebut fokus membahas peningkatan peran psikologi dalam membantu mengatasi masalah-masalah manusia. Selain itu, mendorong perubahan sosial yang kondusif bagi kesejahteraan psikospiritual manusia yang utuh. Konferensi ICIIP dihadiri sekitar 200 orang dari berbagai kalangan, seperti akademisi, peneliti, aktivis sosial, profesional, tenaga kesehatan, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Ketua panitia konferensi, Yayah Khisbiyah, mengatakan rangkaian kegiatan konferensi internasional tersebut membahas empat topik lokakarya, dan presentasi 80 makalah penelitian.

Pidato kunci ICIIP disampaikan oleh profesor dari University of South Africa (Unisa) Mohamed Seedat. Sedangkan paparan makalah dan kuliah umum diberikan oleh profesor dari Unisa Shahnaaz Suffla, profesor dariSaybrok University di Amerika Serikat Benina Gould, kemudian Shukran Abd Rahman dari International Islamic University of Malaysia, dan Khairul Anwar Mastor dari University Kebangsaan Malaysia.

"Psikologi mempunyai potensi untuk mengubah tatanan masyarakat menjadi lebih adil dan warganya sejahtera secara holistik jika mengedepankan pendekatan profetik yang kritis dan transformatif," kata Yayah seperti tertulis dalam siaran pers, Selasa (3/12).

Dia berharap disiplin Psikologi mampu memperluas batas-batas kajian dan cakupan kerjanya agar dapat memberi arah perubahan positif di tingkat komunitas, struktural, maupun ekologis.

Dosen Fakultas Psikologi UMS tersebut menegaskan kegiatan konferensi itu telah meningkatkan kerja sama antar perguruan tinggi utamanya UMS dalam melakukan pengajaran, penelitian, pengembangan masyarakat, dan penerbitan karya ilmiah khususnya di bidang psikologi.

"Dengan mengundang peneliti dan praktisi dari dalam dan luar negeri, kinerja Fakultas Psikologi UMS semakin produktif berupa kolaborasi riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, publikasi ilmiah, dan implementasi projek aksi," papar Yayah.

Konferensi ICIIP diharapkan mampu memberikan umpan balik bagi seluruh masyarakat Indonesia maupun dunia.

Baca Juga

Dekan Fakultas Psikologi UMS Susatyo Yuwono mengatakan, penyelenggaraan konferensi bertaraf internasional tersebut menjadi bukti UMS siap menjadi perguruan tinggi kelas dunia (World Class University). "Konferensi ICIIP ini menjadi bukti bahwa Fakultas Psikologi UMS telah menunjukkan kemampuan berkolaborasi dengan komunitas internasional dan mendukung tujuan UMS sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia untuk menuju World Class University," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA