Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Mundur dari Caketum Golkar, Bamsoet: Berat Bagi Saya

Selasa 03 Des 2019 20:20 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Calon Ketua Umum Golkar, Bambang Soesatyo mendatangi Kantor Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (3/12). Bamsoet menyatakan mundur dari caketum Golkar.

Calon Ketua Umum Golkar, Bambang Soesatyo mendatangi Kantor Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (3/12). Bamsoet menyatakan mundur dari caketum Golkar.

Foto: Republika/Intan Pratiwi
Bamsoet mengaku legawat mundur dari caketum Golkar demi persatuan dan kesatuan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo mengaku legawa dengan keputusannya mundur dari pencalonan ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024. Meski, ia mengakui keputusannya untuk mundur cukup berat.

"Berat bagi saya untuk ngambil. Tetapi, demi persatuan dan kesatuan Partai Golkar, saya ambil keputusan pahit ini," katanya, saat menyampaikan pernyataan kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (3/12).

Sosok yang akrab disapa Bamsoet itu menyebutkan setidaknya ada empat faktor yang mendasari keputusannya untuk mundur dari pencalonan ketua umum Partai Golkar.

Pertama, kata dia, mencermati perkembangan situasi Partai Golkar menjelang musyawarah nasional (munas) yang semakin memanas dan jika dipaksakan berpotensi mengakibatkan perpecahan.

Kedua, Bamsoet perlunya situasi politik yang kondusif untuk menjaga situasi nasional dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dari berbagai ancaman global.

"Ketiga, nasihat dari para senior, termasuk Pak Yapto (Ketua Umum Pemuda Pancasila), Pak Pontjo (Ketua Umum FKPPI), dan Pak Bobby (Plt Ketua Umum Soksi)," ungkapnya.

Keempat, kata dia, adanya semangat rekonsilasi yang telah disepakati bersama antara tim Bamsoet dan Airlangga Hartarto sehingga tercipta suasana teduh dalam munas.

"Inilah pengorbanan saya untuk menjaga keutuhan kita, dan menjaga komitmen partai Golkar terhadap negara terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin," ucapnya.

Ditanya kelegawaannya atas keputusan itu, Bamsoet menjawab, "tentu,".
"Mulai hari ini, tidak ada lagi kubu pro-Bamsoet, kubu pro-AH (Airlangga Hartarto). Yang ada pro-Golkar, kubu pro-Indonesia Maju," ujarnya menegaskan.

Sebagaimana diwartakan, Partai Golkar akan menggelar munas yang berlangsung pada 3-5 Desember 2019, salah satu agendanya adalah memilih Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA