Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Luhut Bertemu Petinggi Golkar, Pembahasan Avtur Tertunda

Rabu 04 Dec 2019 10:00 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Muhammad Hafil

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Rapat Kerja Kementerian Perhubungan di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta, Selasa (3/12).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Rapat Kerja Kementerian Perhubungan di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta, Selasa (3/12).

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Luhut mengakui pertemuan dengan petinggi Golkar sebabkan pembahasan avtur tertunda.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perhubungan serta pihak terkait lainnya berencana membahas persoalan harga avtur kemarin Selasa (3/12). Hanya saja pertemuan tersebut ternyata masih ditunda padahal pemerintah berupaya dalam waktu dekat menurunkan harga avtur. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui adanya penundaan rapat yang membahas persoalan avtur. Salah satu penyebabnya karena Luhut ada pertemuan mendadak dengan petinggi Golkar. 

"Iya, satu itu (karena bertemu dengan petinggi Golkar). Terus saya ada acara lecture president juga," tutur Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Selasa (3/12). 

Meskipun begitu, Luhut menegaskan keinginanya untuk adanya kompetitor lain yang menjual avtur selain Pertamina. Terlebih menurutnya hal tersebut dibutuhkan agar tercipta harga yang lebih murah, khususnya di Indonesia bagian Timur

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga belum bisa mengungkapkan bagaimana antisipasi dalam jangka pendek jika tak ada kompetitor masuk menjual avtur agar harga bersaing. Dia mengatakan setelah rapat dilakukan baru bisa menentukan langkah jangka pendek dan panjang terkait harga avtur. 

Meskipun begitu, Budi menegaskan pemerintah ingin mewujudkan rebalancing harga avtur, khususnya di wilayah Indonesua bagian timur. "Nanti dilihat dari efisiensi Pertamina dan operator bandara yang ada di wilayah lainnya," tutur Budi. 

Budi menuturkan ada beberapa perusahaan lain yang tertarik menjual avtur di Indonesia. Dia yakin kompetitor tersebut nantinya tetap berpeluang untuk menjual avtur di sejumlah titik Indonesia bagian timur. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA