Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Sindir Luhut, Maruf: Bahas Politik tak di Kantor Pemerintah

Rabu 04 Dec 2019 15:51 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Teguh Firmansyah

Wakil Presiden Maruf Amin sindir Menko Maritim Bidang Perekonomian dan Investasi yang bahas Golkar di kantor pemerintah.

Wakil Presiden Maruf Amin sindir Menko Maritim Bidang Perekonomian dan Investasi yang bahas Golkar di kantor pemerintah.

Foto: Republika/Prayogi
Wapres tak akan menegur Luhut dan menyerahkannya ke Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menyinggung penggunaan Kantor Kementerian Bidang Maritim dan Investasi untuk pertemuan para petinggi Partai Golkar berkaitan pemilihan bursa ketuam umum Partai Golkar pada Selasa (3/12) kemarin.

Baca Juga

Pertemuan tersebut diketahui sebagai lobi-lobi politik yang setelahnya diikuti mundurnya salah satu bakal calon ketua umum (caketum) Partai Golkar Bambang Soesatyo.

Kiai Ma'ruf menyarankan agar kantor Pemerintahan tidak digunakan untuk kepentingan partai. "Ya sebenarnya, kalau untuk kepentingan partai tentu ya tidak menggunakan kantor pemerintah," ujar Kiai Ma'ruf saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (4/12)

Namun demikian, Kiai Ma'ruf tidak akan menegur secara langsung Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Ia menyerahkan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo. "Ya nanti presiden," ujarnya.

Kiai Ma'ruf menyampaikan demikian, sekaligus sebagai bantahan tudingan intervensi Pemerintah terhadap persoalan di partai lambang beringin tersebut. Menurutnya, Pemerintah tidak akan ikut campur dalam urusan internal Partai Golkar.

"Ya itu kan pemerintah tidak melakukan intervensi. Jadi kalau masalah partai ya diserahkan kepada partai. Bagaimana mereka menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi," ujarnya.

Menurutnya, jika Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dinilai sebagai pihak yang melobi pencalonan ketua umum di Gokar, itu kapasitasnya sebagai politik senior Golkar, dan bukan perwakilan Pemerintah.

"Pak Luhut itu mungkin sebagai orang Golkar, jadi penyelesaiannya dari internal masing-masing partai politik," ujar Ma'ruf.

Sebelumnya, salah satu bakal calon ketua umum (caketum) Partai Golkar Bambang Soesatyo, hari ini mengundurkan diri dari bursa caketum Golkar.

Bamsoet mengungkapkan, keputusan mundurnya itu tak lepas dari hasil lobi-lobi antara Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan politikus senior Golkar yang juga Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Adapun lobi-lobi itu dilakukan pada saat jam kerja di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA