Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

PAN Pastikan Kontestasi Caketum Berjalan Rukun

Kamis 05 Des 2019 21:16 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani

Viva Yoga Mauladi

Viva Yoga Mauladi

Foto: Republika/Iman Firmansyah
PAN akan memilih ketua umum baru pada Kongres 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang pemilihan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) pada Kongres di 2020, DPP PAN memastikan, kontestasi akan berjalan dengan rukun dan baik. Pasalnya, berdasalkan pengalaman sebelumnya, kontestasi selalu berjalan dengan baik, tanpa adanya perpecahan.

"Jadi suasana tertib aman itu adalah merupakan bagian dari proses politik di PAN. Kami di SC akan terus melakukan kerja-kerja sesuai dengan AD/ART partai yang ada," ujar Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi di kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis (5/12).

Viva menjelaskan, semua kader PAN dipersilahkan untuk maju ke dalam perebutan kursi Ketua Umum PAN. Selama kader tersebut memenuhi syarat yang rencananya akan dibahas dalam rapat kerja nasional (Rakernas) pada 7 Desember mendatang.

"Itulah yang menjadi prinsip dasar cara membangun demokrasi di PAN, dan selama ini telah berjalan dengan baik," ujar Yoga.

Persaingan antara para kandidat juga ditegaskannya berjalan dengan baik. Sebab, semua calon memiliki tujuan yang sama untuk memajukan PAN, khususnya untuk Pilkada 2020 dan Pemilu 2024.

"Itu adalah bagian demokrasi internal dan proses kompetisinya itu adalah pertandingan persahabatan saja, karena yang bertanding itu kader-kader terbaik dari PAN," ujar Yoga.

Baca Juga



Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Totok Daryanto menegaskan bahwa tidak ada tekanan kepada DPD atau DPW untuk mendukung salah satu calon ketua umum. Pengurus pusat PAN mempersilahkan kader partainya untuk mendukung siapapun yang maju ke dalam kontestasi.

"Semua happy-happy, DPD dan DPW tidak ada masalah. Mereka bebas mengadakan pertemuan, mereka bebas menilai siapa calon yang didukung," ujar Totok.

Ia juga menegaskan bahwa dalam AD/ART PAN tidak ada ketentuan seorang ketua umum hanya menjabat selama satu periode saja. Sebab, semua kader partainya dipersilahkan untuk maju ke dalam kontestasi.

Terkait restu dari Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Totok enggan menyebut arah dukungan dari mantan Ketua MPR itu. Namun, ia menegaskan bahwa semua pihak akan menerima sosok yang memang terpilih sebagai Ketua Umum PAN periode berikutnya.

"Pak Amien seorang tokoh yang sangat demokratis. Kalau sudah diputuskan sudah jadi, ya pasti sama-sama kitalah (mendukung)," ujar Totok.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA