Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Jokowi Ceritakan Kisah Orang Tuanya yang Berjualan Bambu

Jumat 06 Dec 2019 16:11 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo memberi sambutan saat meresmikan pabrik baru polyethylene (PE) CAP di Cilegon, Jumat (6/12/2019).

Presiden Joko Widodo memberi sambutan saat meresmikan pabrik baru polyethylene (PE) CAP di Cilegon, Jumat (6/12/2019).

Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Jokowi menyebut orang tuanya bekerja keras untuk menghidupi keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID,  CILEGON -- Presiden Joko Widodo menceritakan kisah orang tuanya yang harus bekerja keras untuk membiayai kuliah anak-anak hingga berhasil. Keduanya bekerja keras demi anak-anak.

"Dulu orang tua saya sangat miskin juga bisa sekolahkan anak karena kerja keras," ujar Presiden saat memberi sambutan dalam acara peninjauan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Alun-Alun Cilegon, Banten pada Jumat (6/12).

Presiden yang mendapat penghargaan sebagai Tokoh Asia 2019 dari media The Straits Times Singapura itu menjelaskan orang tuanya harus berjualan bambu dan kayu untuk menghidupi keluarga.

Ayah Jokowi, almarhum Wijiatno Notomiharjo, harus bangun subuh dan berangkat kerja sebagai sopir. Sementara ibunya, Sujiatmi, pergi untuk berjualan bambu dan kayu. Dia mengatakan pekerjaan itu dilakukan hingga malam hari.

Jokowi menegaskan setiap orang memang harus bekerja keras untuk mencapai kehidupa lebih baik. "Kita nggak bisa naik kelas, kalau tanpa kerja keras," ucap Presiden menegaskan.

Oleh karena itu, Presiden mengajak para peserta program Mekaar untuk memanfaatkan sebaik-baiknya modal usaha tanpa agunan yang sudah didapatkan.

Dia meminta agar para peserta disiplin mengangsur pinjaman tersebut dan menabung dari keuntungan yang didapatkan.

Presiden Jokowi juga mengajak dua staf khususnya, Billy Mambrasar dan Adamas Belva Syah Devara.

Jokowi bersama kedua staf khusus itu melihat beberapa produk yang dijual di gerai Mekaar antara lain yang berjualan rengginang dan beberapa kuliner lain.

Dia meminta staf khusus maupun kementerian untuk membimbing para peserta Mekaar dan UMKM dalam memberi kemasan produk yang baik dan menarik.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA