Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

FAO: Harga Pangan Dunia Naik Lagi pada November

Sabtu 07 Dec 2019 01:00 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

 Harga pangan dunia naik 2,7 persen pada November dibandingkan bulan sebelumnya. Ilustrasi

Harga pangan dunia naik 2,7 persen pada November dibandingkan bulan sebelumnya. Ilustrasi

Foto: The Guardian
Harga pangan dunia naik 2,7 persen pada November dibandingkan bulan sebelumnya

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Harga pangan dunia naik 2,7 persen pada November dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga didorong oleh kenaikan tajam harga daging dan minyak nabati. Demikian data yang dirilis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada Kamis (5/12).

Kenaikan ini merupakan bagian dari tahun naik-turun untuk indeks FAO, yang melihat harga naik untuk lima bulan pertama tahun ini, kemudian jatuh selama tiga bulan berturut-turut, sebelum naik selama tiga bulan berikutnya. Indeks keseluruhan sekarang 9,5 persen lebih tinggi dari pada titik yang sama pada 2018.

Harga biji-bijian dan sereal, komponen paling signifikan dalam indeks, turun 1,2 persen pada November. Harga gandum turun akibat persaingan sengit dari eksportir dan harga beras lebih rendah karena permintaan rendah. Harga jagung sedikit berubah dibandingkan dengan Oktober.

Harga susu sebagian besar tidak berubah pada November. Harga gula naik 1,8 persen karena laporan bahwa penggunaan gula di seluruh dunia tahun ini dan selanjutnya dapat melampaui pasokan.

Tetapi penggerak terbesar adalah sub-indeks untuk minyak nabati yang melonjak 10,4 persen ke level tertinggi dalam 18 bulan. FAO mengatakan harga minyak kelapa sawit, kedelai, rapeseed, dan bunga matahari semua naik didorong meningkatnya permintaan.

Harga daging naik 4,8 persen karena permintaan daging sapi dan domba naik berdasarkan permintaan yang meningkat terutama dari China. Indeks Harga Makanan FAO bulanan didasarkan pada harga di seluruh dunia. Harga tersebut mencakup 23 kategori komoditas pangan untuk 73 produk yang berbeda dibandingkan dengan tahun dasar.

Indeks Kamis (5/12) adalah yang terakhir yang akan dirilis tahun ini. Indeks berikutnya dijadwalkan akan rilis pada 9 Januari 2020.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA