Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Wali Kota Depok Imbau Warga Ikut Awasi Jajanan Sekolah

Jumat 06 Dec 2019 08:39 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Dwi Murdaningsih

Pasien yang terjangkit Hepatitis A dirawat di RSUD Depok, Jawa Barat, Kamis (5/12/2019).

Pasien yang terjangkit Hepatitis A dirawat di RSUD Depok, Jawa Barat, Kamis (5/12/2019).

Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Ratusan siswa SMPN 20 Depok terkena sakit hepatitis A.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Wali Kota Depok Mohammad Idris mengimbau warga dan seluruh ketua RT, RW serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)  turut serta melakukan pengawasan terhadap jajanan maupun makanan yang ada di wilayahnya masing-masing. Kasus wabah hepatitis A yang menjangkit ratusan siswa SMPN 20 Depok menjadi pelajaran untuk selalu menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Baca Juga

"Ini berkaitan dengan naiknya status penyebaran kasus virus hepatitis A menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dari sebelumnya KLB Parsial. Pengawasan dan pencegahan juga harus dilakukan sesegera mungkin," ujar Idris di Balai Kota Depok, Jumat (6/12).

Menurut Idris, sebagai mitra pemerintah, pihaknya mengharapkan ketua RT, RW dan LPM dapat membantu melakukan upaya preventif terhadap penyebaran virus hepatitis A. Misalnya, dengan mendorong sekolah yang belum memiliki kantin untuk segera membangunnya.

"Jika memang ada temuan mohon koordinasi dengan Puskesmas maupun kelurahan agar segera diberi tindakan. Karena virus ini sangat cepat menyebar. Penyebaran, bisa dari kurang higienisnya makanan dan kebersihan lingkungan yang juga kurang," kata dia.

Dia menambahkan, perlu juga diperhatikan aktivitas mencuci tangan sebelum makan dan minum. Ketua RT, RW atau LPM bisa menyiapkan sabun serta air di tempat-tempat bermain atau rutin memberikan edukasi ke para siswa dan warga untuk menjaga kebersihan agar terhindar dari berbagai penyakit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA