Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Kemenag Tarik Materi Khilafah dan Jihad dari Ujian Madrasah

Ahad 08 Dec 2019 07:57 WIB

Red: Elba Damhuri

Mari kita meluruskan makna jihad, ilustrasi

Mari kita meluruskan makna jihad, ilustrasi

Kemenag menghapus materi khilafah dan jihad dari kurikulum ujian madrasah

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh Fuji E Permana

Seluruh materi ujian di madrasah yang mengandung konten khilafah dan perang atau jihad telah diperintahkan untuk ditarik dan diganti. Kementerian Agama (Kemenag) menginginkan materi ujian di madrasah lebih mengedepankan kedamaian, keutuhan, dan toleransi.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Umar, menjelaskan, yang dihilangkan sebenarnya bukan hanya materi khilafah dan perang. Setiap materi yang berbau kekanan-kananan atau kekiri-kirian juga dihilangkan.

Dia mengatakan, setiap materi ajaran yang berbau tidak mengedepankan kedamaian, keutuhan, dan toleransi juga dihilangkan. "Karena kita mengedepankan pada Islam wasathiyah," kata Umar, Sabtu (7/12).

Penghilangan materi khilafah dan jihad sesuai ketentuan regulasi penilaian yang diatur pada SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3751, Nomor 5162, dan Nomor 5161 Tahun 2018 tentang Juknis Penilaian Hasil Belajar pada MA, MTs, dan MI.

Dia menerangkan, Rasulullah mengajarkan semangat perjuangan. Namun, semangat perjuangan dalam konteks saat ini tidak lagi bermodel perjuangan perang.

Nanti dalam sejarah kebudayaan Islam tetap membahas Rasul pernah berperang. Menurut Umar, perang memang bagian dari sejarah kehidupan Rasul, tetapi tidak hanya itu saja.
"Justru yang kita ungkap banyak nanti aspek kehidupan Rasul yang menjaga perdamaian yang madani," ujarnya.

Umar mengatakan, perjuangan Rasul dalam membangun masyarakat madani akan lebih dikembangkan. Ia mengatakan, perihal tentang perang akan tetap ada, tetapi tidak dominan, agar tidak mengesankan Rasul hanya berperang saja.

"Rasul pernah berperang, iya, tetapi Rasul bukan hanya berperang saja dan kalau Rasul berperang bukan berarti Islam didakwahkan dengan cara keras," ujarnya.

Umar menyampaikan, yang ingin dikedepankan oleh Kemenag adalah Rasul yang membangun masyarakat madani agar pentingnya menjaga perdamaian dan toleransi dapat dipahami. Sebab, Rasul dengan umat-umat agama lain juga bertoleransi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA