Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Pemimpin Garuda Disarankan Tiru Jonan di KAI

Senin 09 Dec 2019 03:00 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Pemimpin yang kelak menempati direksi Garuda disarankan mencontoh kepemimpinan Jonan. Ilustrasi.

Pemimpin yang kelak menempati direksi Garuda disarankan mencontoh kepemimpinan Jonan. Ilustrasi.

Foto: EPA/Mast Irham
Pemimpin yang kelak menempati direksi Garuda disarankan mencontoh kepemimpinan Jonan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat transportasi Djoko Setijowarno memberi saran untuk orang yang akan memimpin maskapai Garuda Indonesia. Pemimpin yang kelak menempati direksi Garuda disarankan mencontoh kepemimpinan Ignasius Jonan dalam memajukan PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI.

"Kepemimpinan Ignasius Jonan dalam membenahi dan memajukan PT KAI mungkin bisa ditiru oleh sosok-sosok pemimpin pengganti di direksi Garuda," ujar Djoko Setijowarno saat dihubungi Antara di Jakarta, Ahad (8/12).

Pengamat transportasi juga berharap Menteri BUMN Erick Thohir dapat menempatkan mantan Menteri ESDM Jonan sebagai pimpinan direksi di maskapai pelat merah tersebut. "Secara umum, kriteria sosok pemimpin yang layak ditempatkan di Garuda haruslah jujur dan tidak korup. Kalau masih memikirkan kemewahan dirinya jangan jadi direksi BUMN," kata Djoko.

Sebenarnya, lanjut dia, kalau bisa melihat perkembangan BUMN sektor transportasi maka sosok pemimpin yang diperlukan bukan kompetensi dengan ilmunya. Akan tetapi dibutuhkan orang-orang dengan potensi lintas kompetensi atau keahlian serta mau belajar segala hal.

Artinya sosok pemimpin direksi yang ahli dalam kompetensi finansial mau belajar hal-hal teknis penerbangan. Begitu pula mereka yang jago dalam hal teknis mau belajar finansial dan bisnis penerbangan.

Sosok pemimpin dengan potensi lintas keahlian dan mau belajar segala hal tersebut sangat diperlukan oleh Garuda. Tujuannya agar perusahaan dapat bertahan dan terbang tinggi di tengah persaingan bisnis penerbangan nasional maupun internasional yang penuh gejolak.

"Namun jangan lupakan aspek pelayanan, yang namanya sektor transportasi itu bicara pelayanan dan juga keselamatan. Makanya kalau orang sudah bicara pelayanannya bagus maka otomatis keselamatannya juga terjamin," ujar Djoko.

Pengamat transportasi tersebut menilai kemajuan PT KAI bisa dijadikan contoh bagaimana BUMN meningkatkan aspek pelayanannya secara signifikan. Aspek keselamatannya pun ikut meningkat yang terlihat dari angka kecelakaan kereta api yang menurun.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA