Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Tol Layang Jakarta-Cikampek II Beroperasi 20 Desember

Ahad 08 Dec 2019 14:49 WIB

Red: Ratna Puspita

Suasana jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) di Bekasi, Jawa Barat. Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan pengoperasian jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek II) akan dimulai 20 Desember 2019.

Suasana jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) di Bekasi, Jawa Barat. Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan pengoperasian jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek II) akan dimulai 20 Desember 2019.

Foto: Antara/Risky Andrianto
Operasi tol layang Jakarta-Cikampek II mundur dari rencana semula 15 Desember.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan pengoperasian jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek II) akan dimulai 20 Desember 2019. Ini mundur dari rencana semula 15 Desember karena masih dilakukan sedikit penyelesaian rambu dan penghalusan jalan.

Baca Juga

"Tadi sudah disepakati bahwa operasional awal Japek II untuk umum mundur jadi 20 Desember, dengan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam," kata Menhub Budi Karya kepada pers usai bertemu dengan Kementerian PUPR, Kakorlantas, dan PT Jasa Marga, di Bekasi, Jawa Barat, Ahad (8/12).

Saat ini, penyelesaian tol elevated terus dilakukan sehingga diharapkan tepat pada waktunya bisa digunakan untuk liburan Natal dan Tahun Baru. Karena tol elevated sepanjang 38 kilometer tersebut masih baru dan nanti saat digunakan belum 100 persen selesai, Menhub mengatakan, akan ada petugas setiap 4 kilometer untuk mengawasi kecepatan kendaraan.

Kemenhub dan kepolisian, katanya, akan konservatif untuk melakukan pengamanan dan keselamatan mengingat kondisi jalan masih baru. Selain itu, kendaraan yang bisa melalui tol elevated tersebut hanya untuk kendaraan golongan I non-bus, yaitu kendaraan kecil.

"Untuk bus dan truk dilarang lewat tol elevated, tapi hanya lewat tol di bawah. Tol elevated ditujukan untuk menghindari kendaraan yang jalannya lambat seperti bus dan truk," kata Menhub.

Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya menyelesaikan pembangunan tol elevated agar bisa digunakan tepat waktu. "Masih ada penyelesain kecil-kecil yang harus dikerjakan, seperti menghaluskan jalan dan memasang marka jalan," katanya.

Dia mengatakan, walau belum sepenuhnya selesai tapi jalan tol elevated sudah memenuhi syarat untuk digunakan kendaraan golongan I. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, juga telah disiapkan ambulans dan kendaraan derek untuk membantu pengguna jalan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA