Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Hari Antikorupsi Sedunia, Istana Komitmen Berantas Korupsi

Ahad 08 Dec 2019 19:05 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Ratna Puspita

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman

Foto: Republika/Sapto Andiko Condro
Hari Antikorupsi Sedunia jatuh pada Senin, 9 Desember, esok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Istana Kepresidenan menyampaikan komitmennya terhadap pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Pernyataan istana ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman menyambut peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember esok. 

Baca Juga

"Sikap politik pemerintahan Jokowi-Ma'ruf tegas antikorupsi dan mendorong penegakan hukum antikorupsi dari pencegahan hingga pemberantasan korupsi di seluruh Indonesia," kata Fadjroel, Ahad (8/12). 

Komitmen istana terhadap pemberantasan korupsi memang sempat dipertanyakan menyusul adanya revisi atas UU KPK sebelumnya. Bahkan hingga saat ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memutuskan untuk mengundangkan atau tak menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski sebelumnya, sinyal kepastian bahwa istana tak akan menerbitkan Perppu KPK sempat disampaikan Fadjroel pada Jumat (29/11). Fadjroel mengatakan, Presiden Jokowi tak lagi perlu untuk menerbitkan Perppu KPK.  “Karena sudah ada UU 19/2019, tidak perlu lagi Perppu KPK,” kata Fadjroel.

Pernyataan jubir kepresidenan tersebut, pun dipandang sebagai keputusan resmi Presiden Jokowi yang memastikan tak akan mengundangkan aturan pengganti UU KPK 19/2019 yang dianggap bakal mematikan KPK.

Menanggapi soal peluang tersebut, Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa Presiden Jokowi belum memutuskan sikap apakah akan menerbitkan Perppu KPK atau tidak. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA