Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

PDIP: Petinggi BUMN Jangan Hidup Mewah-mewahan

Senin 09 Dec 2019 01:21 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Ratna Puspita

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
BUMN merupakan alat negara untuk memajukan seluruh aspek kehidupan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengimbau agar petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak hidup bermewah-mewahan. Sebab, BUMN merupakan alat negara untuk memajukan seluruh aspek kehidupan, tidak hanya sisi ekonomi semata.

Baca Juga

Hasto mengatakan, setiap petinggi BUMN harus menjaga perilakunya dan meletakkan kepentingan rakyat di atas segalanya. Menurut dia, manajemen dari korporasi harus mengedepankan aspek profesionalitas untuk mencapai kinerja baik dalam perspektif keuangan, pengembangan, kemudian perhatian terhadap konsumen.

"Karena itulah berbagai perilaku-perilaku yang tidak sejalan dengan membangun korporasi yang sehat, ya, seharusnya tidak boleh dilakukan," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Ahad (8/12).

Politikus asal Yogyakarta ini mengaku punya pengalaman bekerja selama 12 tahun di PT Rekayasa Industri. Berdasarkan pengalaman itu, Hasto memahami iklim korporasi, manajemen dan sirkulasi keuangan pada BUMN umumnya.

Sejauh ini, Hasto melihat struktur BUMN terlalu gemuk. "Untuk itu kami merekomendasikan kepada Menteri BUMN agar langkah-langkah restrukturisasi dapat dilakukan. BUMN seringkali terlalu gemuk dengan anak perusahaan, cucu perusahaan yang tidak terkait dengan bisnis usaha itu," kata Hasto.

Hasto mendorong setiap BUMN mengembangkan inti usahanya. Dengan begitu membangun kedaulatan di bidang pertahanan, pangan, energi, keamanan dan keuangan, bisa terwujud.

"Kemudian juga hal-hal terkait infrastruktur karena itu menghubungkan wilayah Indoensia yang begitu luas, konektivitas itu menjadi penting," jelas Hasto.

Alumni Universitas Gajah Mada ini juga menyarankan Menteri BUMN Erick Thohir mengonsolidasikan seluruh jajarannya. Fokus utamanya adalah memperkuat inti bisnis masing-masing BUMN.

Caranya dengan menata BUMN kembali supaya tatanannya sejalan dengan inti bisnisnya. "Harus dilihat secara menyeluruh agar BUMN fokus dalam ruang lingkup bisnis yang dimasukinya," jelas Hasto.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memecat Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra terkait kasus motor Harley dan Sepeda Brompton yang diduga diselundupkan melalui pesawat baru jenis Airbus A330-900 seri Neo.

Adapun yang diselundupkan meliputi motor Harley Davidson bekas dan dua sepeda Brompton dalam pesawat baru Airbus A330-900. Nilai potensi kerugian negara berkisar Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA