Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Robot Gantikan Tugas ASN? Begini Jawaban Kemenristekdikti

Senin 09 Des 2019 06:17 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nashih Nashrullah

Robot gantikan tugas PNS untuk bidang tatap muka seperti pendaftaran. Foto Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Robot gantikan tugas PNS untuk bidang tatap muka seperti pendaftaran. Foto Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Robot gantikan tugas ASN untuk urusan yang tatap muka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Keinginan Presiden Joko Widodo mengganti sejumlah pekerjaan aparatur sipil negara (ASN) dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berpeluang terealisasi. Sebab Indonesia sudah memiliki teknologi AI atau robot pintar.

Baca Juga

Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Kemal Prihatman mengapresiasi gagasan Presiden Jokowi yang bisa meningkatkan penggunaan AI. Apalagi menurutnya kualitas AI di Indonesia sudah punya kualitas memadai. Namun sayangnya penggunaan AI di Indonesia masih sangat rendah

"Gagasan Presiden tersebut sangat baik karena kita memiliki teknologi AI yang baik. Sayangnya, selama ini penggunaannya sangat rendah. Dengan gagasan tersebut sebenarnya bisa mendongkrak penggunaan AI," kata Kemal dalam siaran pers, Ahad (8/12).

Kemal menyebut robot pintar bisa melakukan pekerjaan PNS yang bersifat tatap muka. Misalnya pengurusan surat izin KTP atau SKCK. Kemal optimis penggunaan robot mampu meningkatkan pelayanan publik. "Terutama dari sisi efisiensi waktu dan anggaran. Selain itu penggunaan robot pintar bisa meminimalisir terjadinya KKN," ujar Kemal.

Diketahui, pada akhir November lalu Presiden Jokowi mengemukakan gagasan untuk menggantikan sejumlah pekerjaan birokrat dengan AI. Penggunaan robot pintar ini diharapkan bisa meringkas pekerjaan birokrasi.  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA