Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Megawati: Kalau Merasa WNI, Pancasila Harus Selalu di Hati

Senin 09 Dec 2019 19:35 WIB

Red: Andri Saubani

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri.

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri.

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Megawati menegaskan, Pancasila sebagai idologi dan ketatanegaraan Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri mengatakan, Pancasila harus selalu ada di dalam hati dan sanubari paling dalam setiap Warga Negara Indonesia (WNI). Hal itu ditegaskan Megawati pada lokakarya wawasan kebangsaan untuk ASN di lingkungan Kementerian Sosial yang dilaksanakan di Gedung Konvensi TMP Kalibata, Jakarta, Senin (9/12).

"Kalau merasa sebagai Warga Negara Indonesia maka sebenarnya di hati kalian di dalam sanubari yang paling dalam, maka Pancasila itu harus dan selalu ada," kata Megawati.

Baca Juga

Megawati yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengatakan, jika tidak ada Pancasila di dalam hati maka jangan jadi orang Indonesia. Lebih lanjut, Ketua Umum PDI Perjuangan itu mengatakan, jika ada orang yang ingin mengubah Pancasila sebagai ideologi bangsa dan ketatanegaraan Indonesia dengan khilafah, di Timur Tengah saja tidak diterima.

"Kita ini sudah ditata oleh tata kenegaraan dengan ideologi Pancasila," katanya.

Karena itu ia mengingatkan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Sosial yang akan menjadi pemimpin harus punya Pancasila dalam hati. Menteri Sosial Juliari P Batubara pada kesempatan itu mengingatkan agar program dan kebijakan di Kementerian Sosial harus mencerminkan Pancasila.

"Setiap produk yang keluar dari Kemensos semuanya harus benar-benar senafas dan senada dengan Pancasila. Tidak boleh ada satu kebijakan atau program atau satu orang pun yang tindak tanduknya tidak mencerminkan Pancasila," kata Juliari.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA