Sabtu, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 Januari 2020

Sabtu, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 Januari 2020

Soal Kasusnya, Novel: Kabareskrim Baru Jangan Terlihat Lemah

Selasa 10 Des 2019 17:31 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Bayu Hermawan

Penyidik KPK Novel Baswedan

Penyidik KPK Novel Baswedan

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Novel berharap Kabareskrim baru mampu mengungkap kasus penyerangan terhadapnya.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berharap Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri yang baru, Irjen Listyo Sigit Prabowo menunjukan sikap berani untuk mengungkap kasus-kasus yang belum terungkap, termasuk kasus penganiayaan terhadap dirinya pada 2017 lalu. Novel berharap, Polri mampu memberikan perlindungan agar kasus intimidasi terhadap pegawai KPK tidak kembali terulang.

"Kabareskrim yang baru harus siap untuk berbuat. Ia punya banyak kesempatan, tinggal lihat apa beliau gunakan kesempatan itu atau tidak," kata Novel di kampus Universitas Andalas, Padang, Selasa (10/12).

Novel memahami hambatan yang membuat kasusnya mandek. Namun hal itu menurut Novel bukan alasan untuk penyelesaian kasus penganiayaan dirinya tidak selesai. Sebab lembaga negara seperti Polri menurut Novel tidak boleh terkesan lemah terhadap pelaku kejahatan.

"Masa iya pejabat lemah. Kita tak boleh kita biarkan lembaga penegak hukum terlihat lemah," ujarnya.

Sebelumnya Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) menaruh harapannya kepada Kabareskrim Polri yang baru Irjen Listyo Sigit Prabowo untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap meminta keberanian Irjen Listyo untuk mengungkap pelaku dan dalang kasus yang terjadi pada 11 April 2017 tersebut.

Menurut Yudi, Polri hingga kini belum mampu mengungkap pelaku maupun motif kasus yang akan menginjak hari ke-1000 itu. Padahal, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Polri segera menuntaskan kasus tersebut dengan tanggal awal Desember 2019 ini.

Baca Juga

"Apalagi sudah perintah preiden dan ada deadline juga dari presiden selalu kepala negara dan pemerintahan," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA