Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Skandal Garuda, Dirjen Bea Cukai: Masih Disidik, Sabar

Rabu 11 Dec 2019 13:54 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan), Direkorat Jendral Bea Cukai Heru Pambudi ((kiri) bersma Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (kanan), Direkorat Jendral Bea Cukai Heru Pambudi ((kiri) bersma Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12).

Foto: Thoudy Badai_Republika
Bea Cukai siap menindaklanjuti skandal penyelundupan Garuda jika masuk ke pidana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menyebut bahwa kasus penyelundupan Harley Davidson yang dilakukan oleh mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra sudah masuk tahap penyidikan. Ia memohon publik untuk bersabar.

“Penyidikan masih on going ya. Sabar sedikit,” katanya di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu.

Heru mengatakan bahwa melalui penyidikan motor gede tersebut nantinya dimungkinkan untuk menyeret Ari Ashkara dan pihak-pihak yang terlibat ke pidana, Karena itu ia meminta masyarakat untuk bersabar dalam menanti hasil kajian itu.

“Kalau pidana kan, kita ada penyidik. Jadi kita yang akan memproses. Kalau pidana ya, kalau diputuskan pidana,” ujarnya.

Di sisi lain, Heru masih enggan menyebutkan waktu terkait dirilisnya hasil penyidikan tersebut namun ia memastikan akan disampaikan bersamaan dengan penyidikan sepeda Brompton senilai Rp52 juta. “Sabar sedikit. Nanti itu pake hasil investigasinya (brompton),” katanya.

Sementara itu pada Senin (9/12), Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemenkeu terkait kasus tersebut meskipun belum dipastikan adanya indikasi korupsi.

“Kami tadi ngomong ke Bu Sri Mulyani, memang ada beberapa hal yang kami bicarakan dengan Bea Cukai dan Kemenkeu,” katanya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Askhara terkait kasus sepeda Brompton seri Explorer dan motor Harley Davidson Softail Shovelhead klasik yang ditemukan di dalam pesawat baru Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo oleh Bea Cukai beberapa waktu lalu.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA