Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

SBY: Selamat Bekerja Jokowi

Rabu 11 Dec 2019 21:23 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato politik di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (11/12).

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato politik di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (11/12).

Foto: Thoudy Badai_Republika
SBY memaparkan sejumah hal yang perlu diperhatikan pemerintahan Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengucapkan selamat bekerja kepada Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Kendati demikian, dia juga memaparkan sejumah hal yang perlu diperhatikan pemerintahan Jokowi di periode kedua ini.

Baca Juga

"Demokrat mengucapkan selamat bertugas kepada Bapak Jokowi dan segenap jajaran pemerintah. Rakyat sangat berharap masa depan mereka semakin cerah," kata SBY saat membacakan pidato politik jelang pergantian tahun di JCC, Jakarta Pusat pada Rabu (11/12).

Presiden RI keenam ini mengatakan, pemerintah perlu mengevaluasi pelaksanaan Pemilu yang memiliki dampak negatif. Hal itu semisal politik identitas yang melebihi takaran hingga hampir menimbulkan perpecahan.

Catatan lainnya, dia mengatakan, adalah pesta demokrasi lima tahunan yang dalam kali pertama menimbulkan banyak korban jiwa, baik karena kekerasan maupun bukan.

Secara khusus, SBY mengingatkan Presiden Jokowi akan tantangan ekonomi yang terjadi saat ini. Mantan jendral purnawirawan TNI ini meminta Jokowi untuk menumbuhkan ekonomi, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan lapangan kerja, 

SBY juga mengimbau Jokowi untuk meningkatkan daya beli dan perlindungan sosial untuk masyarakat. Dia meminta Jokowi memperhatikan kebijakan fiskal termasuk utang negara. Terakhir SBY menyinggung rencana pemindahan dan pembangunan ibu kota baru.

Secara keseluruhan, dia mengatakan, Demokrat akan mendukung penuh keputusan dan kebijakan pemerintah yang tepat serta sesuai keinginan rakyat. Namun, dia memastikan bahwa partai akan mengkritisi keputusan dan kebijakan yang dipandang keliru.

"Kritisi dilakukan dengan nantinya dapat dilakukan koreksi dan perbaikan," kata SBY lagi.

SBY juga mengajak semua pihak untuk menghentikan suasana permusuhan serta tidak melanjutkan politik yang membelah dan memisahkan. Menurutnya, ini saat yang tepat guna membangun hubungan antar kekuatan politik yang lebih damai dan menyatukan.

SBY ingin agar hubungan yang bernuansa kawan dan lawan harus kita ganti dengan hubungan antarmitra untuk membangun bangsa. Dia mengatakan, kemitraan dan kebersamaan itu diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi rakyat.

"Kami ingin pemerintah sukses dalam melaksanakan tugasnya. Kalau pemerintah sukses, rakyatlah yang akan mendapatkan manfaatnya. Bersama kita lebih kuat, Together we are stronger," ungkap SBY.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA