Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Jokowi Sidak Layanan BPJS di RSUD Kota Cilegon

Jumat 06 Dec 2019 11:59 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andi Nur Aminah

Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke RSUD Cilegon. Joko Widodo (ilustrasi)

Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke RSUD Cilegon. Joko Widodo (ilustrasi)

Jokowi meninjau layanan kesehatan terhadap para pasien BPJS.

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung pelayanan BPJS di RSUD Kota Cilegon, Banten, Jumat (6/12). Ia melakukan inspeksi mendadak atau sidak saat melakukan kunjungan kerja ke Cilegon.

Baca Juga

Jokowi meninjau layanan kesehatan terhadap para pasien BPJS. Sidak dilakukan selama sekitar 45 menit sebelum menghadiri peresmian pabrik baru polyethylene Chandra Asri.

Tampak Presiden melihat dan berkomunikasi dengan para pasien terkait pelayanan yang diberikan oleh RSUD Kota Cilegon. Jokowi mengatakan, selama ini ia menerima keluhan terkait pelayanan BPJS di berbagai rumah sakit.

"Kalau pelayanan setiap rumah sakit berbeda-beda. Ada yang rumah sakitnya sudah bagus. Ada yang masih dalam proses pembenahan. Saya kira ini memerlukan proses di masing-masing rumah sakit," ujar Jokowi usai melakukan sidak.

Jokowi mengatakan hampir 90 persen peserta BPJS menggunakan kamar kelas III. Sedangkan sekitar 80 persen lainnya merupakan pasien PBI. "Sisanya 20 persen memakai yang mandiri, bayar sendiri. Saya kira kita kemarin di Lampung, di Subang di sini angka-angkanya hampir sama," ujarnya.

Jokowi menilai rumah sakit perlu meningkatkan layanan fasilitas kesehatan kepada para pasien, termasuk pasien kelas III. Ia menyontohkan perlu adanya pembatas antar pasien seperti gorden di tiap bangsal.

Menurut Jokowi, tak sedikit rumah sakit yang belum melakukan pembenahan fasilitas. Hal itupun menjadi tugas pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. "Tugas pemkot, pemkab, tugas provinsi. Karena rumah sakitnya untuk kepemilikan hampir semua dimiliki provinsi kabupaten dan kota," kata dia.

Terkait defisit BPJS, Presiden menyampaikan Menteri Kesehatan telah menemukan formula yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Saat melakukan sidak, Presiden tampak didampingi oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar, dan Staf Khusus Presiden Adamas Belva Syah Devara.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA