Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Mahfud Buka Kans Dialog untuk Selesaikan Konflik Papua

Senin 25 Nov 2019 20:17 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ratna Puspita

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Mahfud MD

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Mahfud MD

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Mahfud mengatakan cara tanpa tindak kekerasan juga harus berlaku untuk pihak lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, akan melakukan penyelesaian situasi di Papua dengan cara yang komprehensif. Menurut Mahfud, cara yang komprehensif itu ialah melalui budaya dialog terbuka.

Baca Juga

"Dengan Pansus Papua DPD RI kita akan koordinasi mencari cara penyelesaian yang komprehensif sehingga ke depan tidak terkesan penyelesaiannya hanya satu jalan," jelas Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (25/11).

Mahfud mengatakan, cara penyelesaian yang komprehensif berarti dilakukan melalui budaya dialog terbuka atau cara-cara damai lainnya, bukan melalui kekerasan. Cara yang tidak dengan melalui tindak kekerasan, kata Mahfud, juga harus berlaku untuk pihak yang berseberangan dengan pemerintah.

"Penyelesaian secara damailah, bukan dengan cara kekerasan dan sebagainya. Termasuk dari sana tidak boleh melakukan kekerasan, kita pun demikian," kata Mahfud.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu menuturkan, ada beberapa konsep penyelesaian permasalahan jangka panjang di Papua yang perlu dibahas lebih lanjut dengan Pansus Papua DPD RI ke depan. Sejauh ini, Mahfud melihat prospek yang ada sudah bagus untuk meredakan masalah di Bumi Cenderawasih.

"Saya kira bagus, prospeknya bagus untuk penyelesaian. Berangkat dari itu, mari kita jalankan ini dengan baik dari semua jalur yang tersedia. Melindungi HAM dan melindungi hak negara," tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA