Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Google Ungkap Topik Paling Dicari Sepanjang 2019

Kamis 12 Dec 2019 15:24 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Indira Rezkisari

Cara naik MRT merupakan salah topik populer yang banyak dicari di Google tahun ini.

Foto:
Pemilu hingga cara naik MRT jadi salah satu pencarian terpopuler di Google.

Daftar utama Tren Penelusuran Google 2019

Pada daftar utama Tren Penelusuran selama 2019, pada urutan pertama diraih oleh kata kunci ‘Cinta Luar Biasa’. Kata kunci itu merupakan salah satu judul lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi Andmesh Kamaleng.

Andmesh tak menyangka lagunya bisa menjadi nomor pertama dalam daftar utama Tren Penelusuran selama 2019. “Saya tidak menyangka, lagu "Cinta Luar Biasa" berada di urutan nomor satu, di kategori penelusuran terpopuler yang paling dicari oleh para netizen di Indonesia,” kata Andmesh dalam sebuah video yang disiarkan pada kesempatan itu.

Lalu, pada urutan kedua kategori Tren Penelusuran selama 2019, diisi oleh kata kunci ‘Pilpres 2019’ Temuan itu senada dengan adanya peristiwa pemilihan umum (pemilu) yang terjadi pada 2019 ini.

Pemilu 2019 merupakan pemilu terbesar sepanjang sejarah Indonesia, dan terbesar di dunia. Hal itu disebabkan, karena Indonesia melakukan pemilihan serentak legislatif dan eksekutif.

Urutan ketiga kategori Tren Penelusuran selama 2019 adalah kata kunci Dua Garis Biru. Kata kunci itu merupakan sebuah judul film yang disutradarai oleh Gina S Noer. Film ini sempat ramai dan menjadi kontroversial karena Gina mengangkat isu mengenai pernikahan muda akibat pergaulan bebas.

Gina menyebut  isu yang dibawa pada film Dua Garis Biru merupakan topik yang kerap terjadi namun jarang dibahas. “Mungkin buat daerah-daerah tertentu, ada kegelisahan untuk menonton filmnya dan membahasnya. Jadi sebenarnya tujuan kami ketika membuat filmnya adalah bagaimana membuka ruang diskusi yang lebih baik, terutama untuk pendidikan seksualitas di Indonesia,” tutur Gina.

Film yang dibintangi oleh Zara JKT 48 dan Angga Yunanda itu telah mendapatkan beberapa penghargaan pada 2019, termasuk Festival Film Indonesia. Dua kategori yang meliputi Skenario Asli Terbaik yang dibuat oleh Gina sendiri dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik yang dimenangkan oleh Cut Mini.

Gina pun berucap syukur ketika dinyatakan menjadi topik populer ketiga di mesin pencarian Google Indonesia. Salah satu yang menjadi keuntungan dari film ini, hingga menjadi pembicaraan dan pencarian di Google adalah adanya dua aktor yang memerankan dua tokoh utama yang merupakan sosok remaja.

“Jadi ketika pertama kali film ini mendapatkan kontroversi, saya nggak kebayang, buat anak usia 15 tahun seperti Zara, dan usia 19 tahun seperti Angga yang bukan hanya untuk pertama kalinya mereka bermain film lalu mendapatkan kontroversi. Mereka kemudian menjadi juru bicara untuk bilang alasan mengapa memilih film ini, dan kenapa ini penting untuk generasi mereka,” tutur Gina.

Gina mengatakan, ketika film ini menjadi kontroversi, film ini kemudian dibela oleh anak-anak muda Indonesia. Oleh sebab itu, banyak generasi Z dan generasi baby boomers yang memperbincangkannya di media sosial maupun platform lainnya.

Gina berharap, semakin banyak film-film Indonesia yang dibuat dengan keseriusan para sineasnya dengan memberikan cerita yang memiliki nilai dan dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga, dari film itu akan menciptakan pembahasan karena banyaknya perspektif yang beragam dan menciptakan ruang diskusi yang terbuka.

Sebab, di era terbuka karena internet ini, masyarakat sangat terbuka dan bisa saling terhubung. “Jadi persilakan antara film kemudian internet menjadi kesempatan untuk kita terhubung membicarakan hal-hal yang termudah,” ungkap Gina.

Sementara, aktor pemeran tokoh utama Bima, Angga Yunanda justru telah mengira sejak awal, bahwa film yang dia bintangi itu akan menjadi sebuah topik pembicaraan, baik pembicaraan negatif maupun positif. Sebab, menurut dia, masih sedikit ada tema yang mengangkat dengan tema seperti tema yang diangkat film Dua Garis Biru.

“Ketika baca sinopsis dan adegannya, saya merasa ini memang topik yang sangat sensitif. Dan bisa saja film ini menjadi bumerang buat aku, buat pekerja seni yang berada di film ini,” jelas Angga.

Bertengger di urutan ke empat kategori Tren Penelusuran selama 2019, adalah kata kunci ‘Hidup Sehat’. Google Indonesia meyakini, kata kunci ini mencerminkan warganet Indonesia yang sering melakukan penelusuran dan pencarian seputar gaya hidup sehat, yang meliputi cara menghitung berat badan ideal, cara menurunkan kolesterol, cara diet alami, hingga resep makanan dan minuman sehat.

Pada urutan kelima kategori Tren Penelusuran selama 2019 adalah kata kunci ‘Bucin’ yang diciptakan oleh Youtubers kakak beradik, Andovi da Lopez dan Jovial da Lopez. Kata ‘bucin’ sendiri memiliki arti ‘budak cinta’, yang pada awalnya diciptakan sebagai sebutan Andovi kepada kakaknya Jovial yang sangat tunduk dengan pacarnya.

“Waktu dulu, gue itu sangat budak cinta. Hidup gue itu murni untuk pacar gue,” kata Jovial.

Andovi menuturkan, kata ‘bucin’ pada awalnya merupakan kata candaan untuk internal. Namun, hal itu menjadi refleksi masyarakat muda Indonesia yang memiliki kebiasaan berpacaran tanpa adanya sekat privasi.

Menurut Jovial, seringnya, gaya berpacaran anak-anak muda Indonesia selalu menghabiskan waktu berdua sepanjang waktu. Masing-masing dari orang yang berpacaran, tak pernah memiliki waktu dan tempat untuk pribadinya masing-masing.

Dari kegelisahan itulah, kedua kakak beradik ini membuat sebuah video yang mengangkat isu ‘bucin’ tersebut yang dikemas dengan gaya komedi. Video itu diunggah di saluran Youtube mereka bertajuk SkinnyIndonesian24 pada 5 Juli 2015 lalu.

Keduanya tak menyangka kata ’bucin’ akan menjadi kata yang paling banyak ditelusuri oleh warganet Indonesia. Menurut Andovi, dari sejak 2015 lalu, kata itu mulai meledak dicari pada 2018 sampai 2019 ini.

Google Indonesia masih memiliki daftar lanjutan mulai urutan keenam sampai kesepuluh dalam kategori Tren Penelusuran selama 2019. Pada urutan keenam, Google menganalisa adanya kata kunci ‘KKN Desa Penari’, yang merupakan sebuah topik mengenai pengalaman horor anonim yang melakukan program Kuliah Kerja Nyata di Universitas.

Lalu, pada urutan ketujuh, ditempati oleh kata kunci ‘Telur Gulung’, yang merupakan makanan unik. Pada urutan kedelapan, ditempati oleh kata kunci ‘Keluarga Cemara’, yang merupakan sebuah film yang diangkat dari serial televisi era lama.

Pada urutan kesembilan dan ke-10, masing-masing ditempati oleh kata kunci ‘Nadiem Makarim’, dan ‘RUU KUHP’. Kedua topik ini masing-masing memiliki momentum, di mana Nadiem yang merupakan pendiri Gojek itu diangkat menjadi seorang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sementara RUU KUHP merupakan topik utama yang dibahas pada aksi unjuk rasa mahasiswa di wilayah Gedung MPR DPR, Senayan, Jakarta.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA