Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Presiden Resmikan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Kamis 12 Dec 2019 14:19 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Friska Yolanda

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) berjalan usai meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) berjalan usai meresmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Tol layang Jakarta-Cikampek dibuka gratis hingga Tahun Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan operasional tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek (Japek) II sepanjang 36,4 km, Kamis (12/12). Ruas tol yang diyakini akan mengurai kemacetan hingga 30 persen di tol Japek I (ruas lama) tersebut, akan digratiskan hingga 31 Desember 2019 atau menyambut tahun baru 2020. 

Baca Juga

"Banyak keluhan-keluhan yang masuk kepada saya, kalau sudah lewat yang namanya Cikampek-Jakarta atau sebaliknya macetnya bisa berjam-jam," ujar Jokowi saat meresmikan Tol Japek II elevated di km 38, Kamis (12/12). 

Jokowi juga mengapresiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan kontraktor, PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk  (Kerjasama Operasi), yang sanggup merampungkan pengerjaan jalan tol layang ini. Presiden memandang pengerjaan ruas ini cukup sulit karena harus menjaga operasi ruas tol lama yang berada di bawahnya. Belum lagi, proyek kereta ringan (LRT) dan kereta cepat Jakarta-Bandung juga berjalan beriringan. 

"Bukan sesuatu yang gampang diselesaikan. Karena berada di tengah lalu lintas padat. Ada 200 ribu kendaraan lalu lalang setiap hari. Kita harap ini bisa mengurai kemacetan dan kemacetan yang sering dirasakan," kata Jokowi. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, tahapan konstruksi seluruhnya sudah selesai dan dinyatakan aman dilalui kendaraan setelah melalui serangkaian uji beban serta pengujian langsung dengan melintasi jalan tol tersebut. 

"Untuk konstruksi dipastikan aman karena sudah dilakukan uji beban. Tinggal menghaluskan bagian sambungan jembatan (expansion joint) untuk menambah kenyamanan," katanya. 

Dikatakan Menteri Basuki, usai diresmikan Presiden Joko Widodo nanti, jalan tol tersebut rencananya baru akan dibuka untuk umum sekitar 2-3 hari kemudian setelah dilakukan pembersihan dan memastikan kelengkapan rambu jalan. 

"Diusahakan lebih cepat lebih baik, tapi sebelum tanggal 20 Desember 2019 dipastikan sudah bisa dipakai untuk umum tanpa tarif hingga masa Libur Natal dan Tahun Baru 2020," ujarnya.

Jalan Tol Layang Japek berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh terutama golongan I dan II menggunakan Tol Layang Japek. Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT. Jasa Marga.

Proyek pembangunan Jalan Tol Layang Japek dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk  (Kerja sama Operasi dengan biaya konstruksi sebesar Rp 11,69 triliun.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA