Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Mardani: Kalau Koruptor Masih Maju, Tambahkan Jadi 10 Tahun

Kamis 12 Dec 2019 19:42 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Teguh Firmansyah

Politisi Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera.

Foto: Republika/Febryan A
MK memutuskan Napi baru bisa maju pilkada, lima tahun usai bebas dari penjara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera menanggapi  putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memperbolehkan mantan narapidana kasus korupsi maju pilkada setelah lima tahun menjalani masa hukuman.

Baca Juga

Ia menyebut MK punya hak terhadap putusan tersebut "MK punya hak. Buffer lima tahun jadi penjaga," kata Mardani kepada Republika.co.id, Kamis (12/12).

Ia menambahkan, jika nantinya masih ada kepala daerah terkena OTT setelah ikut norma tersebut, maka ada peluang untuk menaikkan aturan tersebut menjadi 10 tahun.  "Kalau saya dari awal konsisten, mantan napi korupsi tidak diizinkan maju," ujar politikus PKS tersebut.

Menurutnya hak publik harus di atas hak individu. Selain itu ia juga menegaskan bahwa PKS berkomitmen tidak akan mengusung calon kepala daerah eks narapidana korupsi.

"Dari awal PKS mengingatkan semua DPW dan DPD menjaga agar tdk mencalonkan mantan napi korupsi," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA