Sabtu, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 Januari 2020

Sabtu, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 Januari 2020

Resmi Jadi Anggota Wantimpres, Habib Lutfi: Ini Amanat

Jumat 13 Des 2019 18:57 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Hafil

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi bin Yahya

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Habib Luthfi bin Yahya

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Jokowi melantik sembilan orang wantimpres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12) siang ini. Salah satu di antaranya yang dilantik yakni Habib Lutfi bin Yahya. 

Baca Juga

Setelah dilantik, Habib Lutfi mengatakan jabatan tersebut merupakan amanah dan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Karena itu, tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Wantimpres pun harus diemban dengan baik. 

"Bukan suatu kebanggaan, tapi ini amanat tanggung jawab, bukan sepele. Itu aja. Kita mensyukuri kalau berhasil. Bukan mensyukuri kalau dilantik. Tapi mensyukuri, negara bangsa ini mesti percaya. Nah mampu gak kita menjaga kepercayaan itu," ujar Habib Lutfi di Kompleks Istana Presiden, Jakarta. 

Ia juga menyampaikan alasannya menerima tawaran Presiden untuk menduduki posisi ini. Yakni ingin memberikan kontribusi yang baik untuk negara dan bangsa.

"Saya gak punya alasan. Cuma kita ingat 1945 kita ada di mana, 1947 ada di mana. Nah kita ingin ambil kontribusi untuk negara dan bangsa ini," tambahnya. 

Usai dilantik, ia pun mengaku belum mendapatkan arahan Presiden mengenai tugas-tugasnya sebagai anggota Wantimpres. 

Pelantikan kesembilan anggota wantimpres tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 137/P/2019 tentang pengangkatan keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.

Selain Habib Lutfi bin Yahya, sejumlah nama yang dilantik menjadi anggota wantimpres  lainnya yakni Sidarto Danusubroto, Agung Laksono, Putri Kuswisnuwardani, Arifin Panigoro, Dato Sri Tahir, Mardiono, Wiranto, dan juga Soekarwo. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA