Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Mengulik Soto, Satai dan Nasi Goreng yang Dikombinasi

Sabtu 23 Nov 2019 12:07 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Indira Rezkisari

Soto Lamongan pemenang kompetisi Ngulik Rasa dibuat dengan kombinasi seafood.

Soto Lamongan pemenang kompetisi Ngulik Rasa dibuat dengan kombinasi seafood.

Foto: Republika/Santi Sopia
Kombinasi makanan bisa memperkarya rasa sekaligus menciptakan hidangan berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makanan fusi atau fusion food menjadi masakan yang memadukan beragan unsur kuliner di dalamnya. Tidak melulu dikategorikan berdasarkan salah satu jenis masakan tertentu, jenis makanan apa saja bisa dibuat makanan fusi.

Kombinasi makanan ini juga semakin menjadi tren khususnya di kalangan milenial. Eka, salah satu pemenang kompetisi "Ngulik Rasa" inisiasi Unilever Food Solutions (UFS) menghadirkan soto lamongan yang dikombinasikan dengan makanan laut atau sea food. Nama kreasinya adalah Soto Seafood Lamongan Koya Telur Asin.

Eka awalnya terinspirasi dari ibunya yang berjualan soto, sementara dirinya berjualan sea food. Eka memiliki usaha Karunia Bumbu Pawon asal Lamongan, Jawa Timur.

"Jadi dikombinasikan aja. Soto Lamongan tidak ada bedanya, bahan dasar kunyit, koya, cuma yang membedakan itu campuran sea food dan tambahan telur asinnya," ujar Eka di Jakarta.

Sea food segar yang dihadirkan cukup lengkap, mulai dari udang, kepiting, aneka kerang dan sayuran. Agar sempurna menikmatinya, jangan lupa tambahkan bubuk koya ke dalam kuah soto.

Di kategori satai, ada Satai Kanaka asal Sleman, Yogyakarta, yang sepintas sama dengan satai pada umumnya. Tetapi, menurut sang kreator, Fabian Budi Saputro, satai ini dibuat degan teknik cukup berbeda.

photo
Satai Kanaka salah satu pemenang kompetisi Ngulik Rasa. Satai ini dibuat dengan kombinasi sejumlah menu.


Daging ayam yang disajikan berbentuk potongan lebih besar daripada satai biasanya. Proses pembakarannya juga tidak menyentuh grill atau panggangan sehingga matangnya merata dan tidak ada warna hitam pada daging.

"Inspirasinya karena banyak permintaan satai yang tidak terlalu pedas, dan kami coba rasa telur asin ternyata ketemu rasa yang pas," ujar Fabian

Sedangkan untuk kategori nasi goreng dimenangkan Gozali asal Balikpapan yang mencoba mengombinasikan nasi goreng dengan kepiting dan rasa telur asin. Tidak kalah penting, taburan mandai, bumbu khas Kalimantan yang berasal dari fermentasi kulit buah cempedak yang menambah wangi pada masakan.

Sajian bisa dinikmati dengan cocolan sambal mutiara yang berbahan agar-agar serta acar salak sebagai pelengkap.

"Biasanya kalau acar kan mentimun, kita bikin dari salak, kita ingin angkat makanan-makanan unggulan Kalimantan seperti kepiting dan salak ini," ujar Gozali.

Ngulik Rasa merupakan sebuah kompetisi kuliner untuk menantang para pelaku kuliner atau masyarakat untuk menciptakan hidangan kombinasi alias fusion food. Dari ribuan pendaftar, UFS menyaring menjadi 15 peserta dan kemudian terpilih tiga pemenang untuk kategori soto, satai dan nasi goreng.

Para peserta juga diyakinkan juri agar bisa menjadikan hasil karya yang dilombakan menjadi lahan bisnis. Penilaian juri juga menitikberatkan pada ide, kreativitas, inovasi dan tentunya rasa masakan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA