Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Fungsional Tol Layang Japek Harus Dipastikan Nyaman

Sabtu 14 Dec 2019 16:56 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Iring-iringan kendaraan yang membawa Presiden Joko Widodo melintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek usai diresmikan di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

[Ilustrasi] Iring-iringan kendaraan yang membawa Presiden Joko Widodo melintasi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek usai diresmikan di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Meski secara konstruksi layak, pengoperasian harus perhatikan keselamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengingatkan berbagai pihak terkait memastikan Tol Layang Jakarta-Cikampek agar dalam masa fungsionalnya berjalan aman dan nyaman bagi pengguna jalan itu. Secara konstruksi, kondisi jalan Tol Layang Jakarta-Bandung ini sudah layak digunakan.

Baca Juga

"Namun jika dioperasikan untuk komersial, harus memperhatikan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan. Oleh sebab itu, perlu penyempurnaan dan perapian sepanjang ruas tol tersebut," kata Djoko Setijowarno dalam keterangannya diterima di Jakarta, Sabtu (14/12).

Menurut Djoko, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, dengan difungsikannya tol layang Jakarta-Cikampek menjelang Natal dan Tahun Baru, dan saat musim hujan, akan memberikan keuntungan bagi pengelola jalan tol ini. Pertama, dapat mempelajari perilaku pengguna tol.

Keuntungan kedua dengan fungsional saat musim hujan, ujar dia, adalah juga dapat memeriksa kondisi saluran air yang sudah terpasang. Apakah saat hujan dapat menampung dan menyalurkan air hingga ke arah yang sudah dipasang dan tidak terjadi kebocoran atau sumbatan sepanjang saluran itu.

"Proses penyempurnaan dan perapian akan memakan waktu sekitar 1-2 bulan ke depan. Hal ini penting, mengingat sepanjang perjalanan tidak ada on off ramp dan rest area. Jalur untuk penyelamatan emergency juga harus dibangun, berupa tangga turun di delapan lokasi yang dekat dengan loksi putar balik atau U Turn. Juga harus dilengkapi lagi dengan empat lokasi parking bay yang masing-masing lokasi akan dibangun sepanjang 60 meter. Kira-kira dapat menampung sekitar 10-15 kendaraan parkir dalam kondisi darurat," paparnya.

Djoko mengingatkan kehati-hatian pengguna tol sangat diperlukan. Sesuai imbauan dari PT Jasa Marga selaku penyelenggara, setidaknya ada delapan hal yang harus diperhatikan ketika melewati Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek.

Pertama, tol ini untuk perjalanan jarak jauh untuk ke arah Cikampek, yaitu Karawang Timur, Bandung dan Cikampek dan ke arah Jakarta adalah JORR, Pondok Gede dan Cawang.

Kedua, akses masuk dan keluar jalan tol hanya di Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat. Ketiga, hanya dibolehkan kendaraan kecil golongan 1, yaitu non bus, non truk dengan tinggi maksimum 2,1 meter.

"Meskipun sebenarnya sudah dirancang untuk semua jenis kendaraan termasuk bus dan truk. Yang dikhawatirkan sebenarnya truk kapasitas lebih (over dimension) dan muatan lebih (over load) dapat mengurangi umur rencana jalan tol ini," ucapnya.

Keempat, batas kecepatan kendaraan antara 60 kilometer per jam - 80 kilometer per jam. Kelima, tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area terdekat adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah di Km 50 dan Km 57 untuk arah Cikampek dan di Km 06 untuk arah Cawang.

Keenam, ada cara untuk mengatisipai jika dalam kondisi darurat, yaitu disediakan 8 lokasi emergency U Turn atau putar balik berlawanan arah. Ketujuh, saldo E Toll dan bahan bakar minyak BBM cukup untuk melakukan perjalanan ini. Ke delapan, memastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima.

"Jalan tol layang ini menjadi ajang pembelajaran bagi semua, terutama bagi regulator dan operator dalam hal untuk memberikan rasa selamat, aman dan nyaman bagi penggunanya. Persiapan waktu untuk dioperasikan secara komersial harus benar-benar dimatangkan. Jangan sampai demi memenuhi dan menyenangkan pimpinan mengorbankan aspek keselamatan. Keselamatan di jalan menjadi perhatian semua pihak," ujar Djoko.

Ia juga mengutarakan harapannya agar penambahan kapasitas dan panjang jalan ini tidak akan menambah angka kecelakaan lalu lintas. Pilihan perjalanan tidak hanya dengan jalan tol, masih tersedia KA dan transportasi umum yang lainnya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA