Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

SBY Sebut Perlu Evaluasi Menyeluruh Sistem Pemilu

Rabu 11 Dec 2019 20:28 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12).

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato refleksi akhir tahun 2019 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Evaluasi tak lepas dari sejumlah catatan yang terjadi selama Pemilu 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menekankan perlunya evaluasi menyeluruh tentang sistem, Undang-Undang (UU) dan penyelenggaraan pemilu. Dia mengatakan, hal itu tak lepas dari sejumlah catatan yang terjadi selama Pilpres dan Pileg serentak 2019.

Baca Juga

 

"Tujuannya, pemilu di masa mendatang bisa berlangsung lebih baik," kata SBY dalam pidato politik refleksi pergantian tahun 2019 di JCC, Jakarta Pusat, Rabu (11/12).

Presiden keenam RI ini mengatakan, evaluasi tersebut perlu diperhatikan oleh pemerintah, parlemen dan penyelenggara pemilu. Lanjut dia, hal itu berkaca pada pengalaman yang diberikan pada Pemilu 2019 lalu.

Menurutnya, pemilu terakhir meninggalkan sejumlah catatan buruk dalam sejarah semisal politik identitas yang melebihi takarannya. Sambung dia, pemilu 2019 juga pertama kali terjadi banyak korban jiwa, baik karena kekerasan maupun bukan.

Kendati demikian, Jendral Purnawirawan TNI itu berpendapat bahwa pemilu kemarin juga meninggalkan catatan-catatan baik. Misalnya, dia mengatakan, masyarakat memilih untuk persatuan ketimbang perpecahan.

Dia mengatakan, saat itu masyarakat berada di ambang perpecahan dan bahkan benturan fisik usai pemungutan suara. Namun pada akhirnya, warga masyarakat semua sadar dan terpanggil untuk menahan diri dan tetap menjaga keutuhan kita.

"Yang sudah baik kita pertahankan, yang belum baik kita perbaiki. Itulah harapan Partai Demokrat. Saya yakin itu pula harapan rakyat kita," katanya.

Sebelumnya, Demokrat mengatakan bahwa pidato refleksi akhir tahun itu dilakukan sebagai wujud koreksi terhadap apa yang terjadi selama 2019 dan usulan untuk tahun 2020. Partai berlogo mercy itu mengaku ingin merenung sejenak terhadap apa yang sudah dilewati selama 2019 lalu dan menyiapkan yang akan dilakukan 2020.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA