Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Trump Sebut Laporan Pemakzulan tidak Ada Guna

Kamis 05 Dec 2019 12:30 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Presiden AS Donald Trump menyebut laporan penyelidikan pemakzulan adalah lelucon. Ilustrasi.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Presiden AS Donald Trump menyebut laporan penyelidikan pemakzulan adalah lelucon. Ilustrasi.

Foto: AP Photo/Susan Walsh
Presiden AS Donald Trump menyebut laporan penyelidikan pemakzulan adalah lelucon

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan laporan pemakzulan yang didorong Partai Demokrat adalah lelucon dan tidak berdasar. Persidangan yang dilakukan pun ketika Trump berada di luar negeri.

"Tidak ada gunanya," kata Trump pada pertemuan puncak NATO di Watford, Inggris.

Trump menyatakan dengan Partai Demokrat melakukan persidangan untuk memakzulkannya justru menjadi kekuatan baru bagi Partai Republik. Partai yang mendukung Trump ini diklaim semakin erat mendorongnya di belakang.

"Apakah mereka sebenarnya mencintai negara kita?" ujar Trump mempertanyakan orang-orang yang terlibat dalam persidangan itu.

Dalam laporan Selasa lalu, laporan Partai Demokrat menyatakan Trump meminta campur tangan asing untuk meningkatkan peluang pemilihannya kembali. Cara itu merusak keamanan nasional dan memerintahkan untuk menghalangi Kongres.

Komite Intelijen House of Representative Amerika Serikat (AS) sebelumnya telah merilis dokumen setebal 300 halaman menyatakan Trump telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi. Laporan berjudul 'Laporan Penyelidikan Pemakzulan Trump-Ukraina' ini mencoba mengurai upaya yang dilakukan secara diam-diam.

Masalah ini bermula dari terkuaknya sambungan telepon Trump dengan Presiden Ukraina Volodomyr Zelenskiy yang dilakukan pada 25 Juli. Pada kesempatan itu Trump meminta Zelenskiy melakukan penyelidikan terhadap kandidat calon presiden dari Partai Demokrat 2020 Joe Biden dan anaknya.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA