Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Peringatan BMKG Terkait Musim Pancaroba

Ahad 15 Dec 2019 18:44 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

(Ilustrasi) Batang pohon yang tumbang akibat angin kencang, yang menjadi salah satu pertanda pancaroba atau peralihan musim.

(Ilustrasi) Batang pohon yang tumbang akibat angin kencang, yang menjadi salah satu pertanda pancaroba atau peralihan musim.

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Musim pancaroba berpotensi menyebabkan angin kencang dan kilat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan beberapa imbauan terkait masa transisi/pancaroba saat ini. Masa pancaroba berpotensi menyebabkan angin kencang puting beliung hingga terjadi kilat/petir.

"Saat masa transisi/pancaroba frekuensi hujan lebat bahkan sangat lebat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat dapat memungkinkan terjadi. Angin kencang tersebut berupa puting beliung saat musim hujan," ujar Kabid Diseminasi Iklim & Kualitas Udara BMKG Hary Djatmiko saat dihubungi, Ahad (15/12).

Karena itu ia meminta masyarakat melakukan antisipasi. yakni pertama terkait dengan hujan lebatnya dengan melakukan pengecekan dan pembersihan saluran air (drainase) untuk mengantisipasi kejadian genangan maupun banjir terutama daerah-daerah yang menjadi langganan seperti wilayah yang berada di daerah aliran kali/sungai, daerah cekungan maupun daerah pesisir.

Ia menambahkan, kewaspadaan longsor terutama wilayah-wilayah yang berada di daerah dengan tingkat bergerakan tanahnya tinggi. Seperti perbukitan, lereng-lereng dan pegunungan.

"Kemudian bagi masyarakat yang sedang berkendara baik beroda dua maupun lebih, waspada jalan licin dan jarak pandang yang terbatas dihimbau untuk berlindung di bangunan yang kuat dan kokoh tidak disarankan berlindung di bawah pohon," katanya.

Terkait dengan kilat/petir yang menyertai hujan, ia meminta masyarakat perlu cek kelistrikan, baik di rumah maupun bangunan yang lainnya. Selain itu diiimbau untuk berlindung di bangunan yang kuat dan kokoh tidak disarankan berlindung di bawah pohon untuk menghindari adanya sambaran petir.

"Terkait dengan angin kencang yang menyertai hujan bisa merapikan bagian pohon-pohon besar dan tinggi untuk mengurangi beban berat pada pohon tersebut," ujarnya.

Selain itu ia meminta masyarakat melakukan pengecekan kualitas pohon yang lapuk atau tidak. "Kemudian melakukan pengecekan dan penguatan bagian-bagian atap dari bagunan semi permanen dan non permanen," ujarnya.

Terakhir, ia meminta warga juga melakukan pengecekan dan penguatan bagian-bagian bangunan konstruksi seperti baliho, hingga papan reklame. "Hal-hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti hujan es, pohon tumbang," ujarnya.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA