Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Prabowo Ingin Kerja Sama Industri Pertahanan RI-UEA

Jumat 13 Dec 2019 19:41 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto

Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Menurut Prabowo, produk industri pertahanan Indonesia sudah teruji kualitasnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menginginkan agar industri indonesia">pertahanan Indonesia bekerja sama dengan industri pertahanan Uni Emirat Arab. Menurut Prabowo, produk-produk industri pertahanan Indonesia seperti senjata buatan PT Pindad sudah teruji kualitasnya.

Baca Juga

Prabowo mengatakan produk-produk industri pertahanan Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara-negara lain. Demikian juga kualitas produk pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia, di mana Uni Emirat Arab juga telah membeli pesawat CN-235 yang digunakan untuk keperluan angkut militer dan trasportasi VVIP.

Prabowo mengatakan hal itu dalam pertemuan bilateral bersama Menhan Uni Emirat Arab Mohammed Ahmed Al Bowardi Al Falacy, di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Jumat (13/12), seperti dikutip dalam siaran persnya.

Menhan Prabowo menyampaikan penghargaan kepada Menhan Uni Emirat Arab sekaligus berharap kerja sama pertahanan kedua negara akan terus terjaga dan meningkat. Melalui kunjungan ini, Uni Emirat Arab ingin meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Indonesia, salah satunya di bidang industri pertahanan.

Keinginan tersebut, ditandai dengan kunjungan Menhan Uni Emirat Arab bersama delegasi ke tiga perusahaan industri pertahanan milik Indonesia yakni PT Pindad, PT Len Industri dan PT Dirgantara Indonesia di Bandung pada Kamis (12/12). Kunjungan Menhan Uni Emirat Arab bersama delegasi di kantor Kemhan disambut hangat oleh Menhan RI, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral.

Indonesia dan Uni Emirat Arab melalui Kemhan masing-masing telah menandatangani dokumen Leter of Intent (LoI) tentang kerja sama pertahanan pada 24 Juli 2019 lalu. Kerja sama meliputi kunjungan antarpejabat pertahanan, kerja sama pendidikan dan latihan, serta kerja sama industri pertahanan.

Seiring dengan meningkatnya intensitas kerja sama pertahanan kedua negara tersebut, Indonesia berharap status dan payung hukum kerja sama dapat ditingkatkan dari LoI ke DCA (Defence Cooperation Agreement).

Pada pertemuan Menhan kedua negara bersahabat ini, selain membicarakan kerja sama industri pertahanan juga dibahas upaya peningkatan kerja sama di bidang pendidikan dan latihan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA