Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

23 Persen Balita di Nias Alami Stunting

Sabtu 07 Dec 2019 07:07 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Petugas Kesehatan Puskesmas melakukan pemeriksaan stunting anak meliputi status gizi, berat badan dan tinggi badan (ilustrasi)

Petugas Kesehatan Puskesmas melakukan pemeriksaan stunting anak meliputi status gizi, berat badan dan tinggi badan (ilustrasi)

Foto: Antara/Rahmad
23 persen atau 1.579 dari 6.000 balita yang telah didata mengalami stunting

REPUBLIKA.CO.ID, NIAS -- Sebanyak 23 persen bayi di bawah lima tahun (Balita) yang ada di wilayah Kabupaten Nias, Sumatra Utara mengalami stunting. "Dua puluh tiga persen atau 1.579 dari 6.000 balita yang telah didata dan dientri melalui E-PPGM di wilayah Kabupaten Nias mengalami stunting," kata Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu pada pertemuan koordinasi stunting Kabupaten Nias tahun 2019, Jumat.

Baca Juga

Kepada peserta pertemuan, dia memberitahu jika penanggulangan stunting dapat dilakukan melalui perbaikan pola asuh, perbaikan pola makan, peningkatan akses air bersih dan sanitasi. Selain itu juga fokus pada remaja dan ibu hamil sebagai upaya pencegahannya.

Menurut dia, dalam penanggulangan stunting yang sangat diharapkan adalah edukasi kepada masyarakat tentang pemilihan nutrisi yang baik dan penyediaan sarana dan prasarana kebersihan yang merata di seluruh desa yang ada di Kabupaten Nias.

"Salah satu kunci pencegahan stunting adalah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi baik," terangnya.

Tidak lupa dia mengungkapkan bahwa dalam mempercepat penurunan di Kabupaten Nias, ada dua spasi ada dua intervensi yang dilakukan. Yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif.

Intervensi spesifik adalah mengatasi penyebab langsung (kurang gizi dan penyakit) bersifat jangka pendek dan lebih banyak dikerjakan oleh bidang kesehatan.

Kemudian intervensi sensitif dengan mengatasi penyebab tidak langsung (kecukupan pangan dan mencegah infeksi), bersifat jangka panjang dan dikerjakan oleh semua pihak lintas sektor di luar kesehatan.

"Kita sangat mengharapkan dukungan dan peran semua pihak terkait untuk berkoordinasi dan bersinergi serta terpadu dalam melaksanakan berbagai upaya intervensi, sehingga percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nias dapat tercapai," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA