Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Ejekan Donald dan Melania Trump untuk Greta Thunberg

Senin 16 Dec 2019 16:29 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/Febryan A/Fergi Nadira/ Red: Indira Rezkisari

Greta Thunberg.

Greta Thunberg.

Foto: AP
Trump bukan satu-satunya orang dewasa yang pernah mengejek Thunberg.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump jelas bukan penggemar aktivis lingkungan hidup remaja Greta Thunberg. Untuk ke sekian kalinya Trump dengan terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya pada Thunberg.

Sehari setelah Thunberg mendapatkan predikat Tokoh Tahun Ini dari majalah Time, Trump langsung menyebut konyol ke pemilihan Thunberg. Trump bercicit tentang Thunberg Kamis pagi waktu AS.

"Greta harus mengatasi masalah manajemen kemarahannya, lalu dia bisa pergi ke bioskop bersama temannnya!"

Cicitannya tidak terhenti. "Santai Greta, Santai!," katanya menambahkan.

Menanggapinya, gadis berusia 16 tahun itu memilih untuk bersikap lebih santai. Dia balik mengejek Trump dengan mengubah profil bio Twitternya.

"Seorang remaja yang sedang bekerja mengatasi manajemen kemarahannya. Sedang bersantai dan menonton bioskop dengan teman."

September lalu Trump juga pernah mengejek Thunberg setelah ia menyebut pemimpin dunia tidak melakukan tindakan yang cukup untuk mencegah perubahan iklim. Lewat Twitter Trump menyebut Thunberg sebagai seorang gadis muda tampaknya sangat bahagia memandang masa depan yang cerah dan indah.

Kalimat Trump dicicitkan sambil membalas video Thunberg yang berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim PBB. Kala itu Thunberg menyampaikan pidatonya dengan sangat berapi-api.

Ejekan terhadap Thunberg sebenarnya tidak hanya diutarakan oleh Trump. Sejumlah pemimpin dunia lainnya tak ketinggalan ikut mencelanya.

Misalnya Presiden sayap kanan Brasil, Jair Bolsonaro. Ia menyebut Thunberg sebagai anak nakal atau brat setelah keluar kritik tentang penduduk asli Amazon yang ditembak mati tiga hari lalu.

"Greta mengatakan orang Indian mati karena mereka membela Amazon (hutan). Bagaimana media bisa memberi tempat bagi anak nakal seperti itu," kata Bolsonaro, menggunakan kata Portugis 'pirralha' (anak nakal) untuk mengambarkan Greta.

Pemimpin Partai Rakyat Kanada, Maxime Bernier, juga pernah mencicitkan ejekannya ke Thunberg. Bahkan, Bernier membuat asumsi tentang kesehatan mental Thunberg.

Bernier menuduh Greta Thunberg tidak stabil mentalnya, obsessive compulsive, dan memiliki gangguan makan.

Kembali ke Trump, konflik antara Trump dan Thunberg terus berlanjut melalui Melania Trump. Melania Trump membela tindakan suaminya yang telah dituduh oleh publik sebagai seorang yang munafik dalam menyikapi penindasan terhadap anak-anak.

Ibu negara AS itu pun menyampaikan pembelaannya. Melania menyebut bahwa Thunberg adalah seorang yang telah berkeliling dunia untuk berpidato terkait perubahan iklim tidaklah sama dengan putranya, Barron Trump. Barron, dikutip dari pernyataan resmi Melania, adalah seorang anak berusia 13 tahun yang menginginkan dan pantas mendapatkan privasi.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Melania dan Donald Trump berkomunikasi dengan cara berbeda. Perbedaan yang dialami setiap suami istri di mana pun.

Melania hanya diam setelah suaminya melontarkan cicitan ke Thunberg. Bisunya Melania membuatnya diserbu warganet. Pasalnya, pekan lalu Melania ia sangat keras mengkritik orang yang membawa-bawa anaknya (Barron) dalam proses persidangan pemakzulan Trump. Bahkan melania menyebut tindakan itu adalah bentuk intimidasi terhadap putra bungsunya.

Kritikan dari publik itu sangat deras mengingat Melania juga inisiator dalam gerakan Be Best. Sebuah kampanye yang menentang intimidasi atau perisakan terhadap anak-anak di media sosial.

Ketika kritik berlanjut Jumat, Gedung Putih menanggapi dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Stephanie Grisham. Melania menyebut Barron dan Thunberg sama sekali berbeda. Bila Thunberg telah berkeliling dunia untuk kegiatan aktivisme, sedangkan Barron adalah seorang anak bungsu presiden yang jarang terlihat dan tampil di media.

Padahal ketika Barron dijadikan ejekan oleh seorang profesor yang menyinggung pemakzulan Trump, Melania menyerang profesor tersebut. Melania mengatakan, seorang anak harus dilindungi privasinya dan dihindari dari politik.

"Pamela Karlan, Anda harusnya malu atas kemarahan Anda," kata Melania. Cicitan Melania ditujukan usai profesor hukum Stanford Pamela Karlan menyampaikan kesaksiannya terkait pemakzulan Trump, dilansir dari CNN.

Karlan menyinggung Barron dalam kesaksiannya. Ia menjadikan Barron analogi ketika membuat perbedaan tentang raja dan presiden. Karlan akhirnya meminta maaf kepada Trump dan keluarganya.

Setiap tahunnya, majalah Time menampilkan orang, kelompok, gerakan, atau gagasan paling berpengaruh dari 12 bulan sebelumnya. Tahun lalu, majalah Time menobatkan "The Guardians" sekelompok jurnalis yang menjadi sasaran atau diserang karena pekerjaan mereka.

Pada 2017, "The Silence Breakers," sekelompok orang yang maju untuk melaporkan pelanggaran seksual. Dan, Tokoh Tahun Ini majalah Time jatuh ke Thunberg.

Presiden Donald Trump pernah menjadi Tokoh Tahun Ini pada 2016 dan kanselir Jerman Angela Merkel diakui tahun sebelumnya. Sosok-sosok sebelumnya yang pernah menjadi sosok Tokoh Tahun Ini termasuk Adolf Hitler, Ayatollah Khomeini, dan Joseph Stalin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA