Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Ejekan Donald dan Melania Trump untuk Greta Thunberg

Senin 16 Des 2019 16:29 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/Febryan A/Fergi Nadira/ Red: Indira Rezkisari

Greta Thunberg.

Foto:
Trump bukan satu-satunya orang dewasa yang pernah mengejek Thunberg.

Menghindari Perisakan Daring

Cyberbully atau perisakan daring belakangan kerap menimpa individu dari berbagai kalangan seiring dengan berkembangnya media sosial. Alasan yang mendasari pelaku berbuat hal tercela itu juga beragam, bisa jadi berangkat dari dirinya yang juga menjadi korban perisakan di lingkungannya.

Kendati, kata-kata bernada melecehkan atau menyakiti terkadang masih bias dalam dunia maya, apa yang tampak seperti pelecehan dalam dunia siber mungkin tidak disengaja dan sifat impersonal dari pesan teks, ungghaan serta cara-cara lain untuk berkomunikasi di dunia maya sulit dibedakan antara bercanda atau tidak.

Seperti dinukil laman Kidshealth, Senin (16/12), kebanyakan orang tahu kapan mereka diintimidasi karena kalimat menyerang itu melibatkan penghinaan atau ancaman yang berulang-ulang. Pelaku intimidasi juga mengetahui bahwa mereka telah melewati batas juga.

Kendati, terkadang seseorang takut atau tidak yakin apakah mereka tengah dirisak atau tidak sehingga tidak melakukan apa-apa. Sebenarnya, akan lebih baik jika korban intimidasi itu melaporkan teks, pesan, unggahan atau email yang bernada melecehkan tersebut.

Mayoritas ahli setuju bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah memberi tahu orang lain yang dipercaya terkait hal tersebut. Namun hal ini sering lebih mudah diucapkan daripada dilakukan karena korban perisakan daring mungkin merasa malu atau enggan melaporkan pelaku intimidasi.

Beberapa mungkin ragu karena mereka tidak 100 persen yakin siapa yang melakukan intimidasi tetapi intimidasi bisa menjadi lebih buruk. Berbicara dengan seseorang dapat membantu. Kepolisian juga terkadang dapat melacak pelalu perisakan sehingga bermanfaat untuk melaporkannya.

Jika menjadi korban perisakan di dunia siber lebih baik ditinggalkan saja. Mengabaikan pelaku intimidasi adalah cara terbaik untuk menepis kekuatan mereka meskipun memang hal itu tidak selalu mudah dilakukan baik di dunia nyata atau maya.

Meski demikian, cobalah untuk menjauh dari komputer atau matikan ponsel untuk sementara waktu. Jangan merespons dan jangan pernah meneruskan pesan ke orang lain. Temukan sesuatu untuk mengalihkan perhatian dari apa yang sedang terjadi.

Tahan keinginan untuk membalas atau merespons. Beristirahat ketika dihadapkan dengan intimidasi di dunia seiber dapat memberi ruang bagi diri sehingga tidak akan tergoda untuk membalas balik pelaku intimidasi.

Menanggapi pelaku ketika sedang kesal dapat memperburuk keadaan. Sementara beristirahat memberikan kekuatan kembali kepada diri sendiri.

Meskipun itu bukan ide yang baik untuk menanggapi pelaku intimidasi, adalah ide yang baik untuk menyimpan bukti intimidasi jika bisa. Ini dapat membantu membuktikan kasus kalau diperlukan.

Melaporkan intimidasi baik yang terjadi di media sosial jugs merupakan langkah baik. Penyedia jasa media sosial menganggap serius ketika orang mengunggah hal yang kejam atau jahat atau membuat akun palsu.

Jika pengguna melaporkan penyalahgunaan, administrator situs dapat memblokir pengganggu dari menggunakan situs di masa depan. Jika seseorang mengirimi pesan teks atau email, laporkan ke penyedia layanan telepon atau email

Blokir pelaku intimidasi. Sebagian besar perangkat memiliki pengaturan yang memungkinkan untuk memblokir pelaku intimidasi atau perisakan.

Beselancar secara aman juga menjadi langkah baik untuk menghindari diri dari pelaku perisakan. Menahan diri dengan berpikir dua kali sebelum membagikan informasi pribadi, foto atau video yang tidak ingin dilihat publik. Jadi ingatkan diri untuk berhati-hati saat mengunggah foto atau menanggapi pesan seseorang yang menjengkelkan.




BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA