Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Ekstrem dalam Pilih Makanan Bisa Jadi Pertanda Awal Autisme

Kamis 25 Jul 2019 06:10 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Anak pemilih makanan (ilustrasi)

Anak pemilih makanan (ilustrasi)

Foto: Istock
Terlalu ekstrem dalam memilih makanan bisa menjadi pertanda awal autisme.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memilih-milih makanan merupakan satu kecenderungan yang cukup umum ditemukan pada anak-anak. Akan tetapi, orang tua perlu lebih waspada bila anak-anak tampak terlalu ekstrem dalam memilih makanan.

Berdasarkan sebuah studi terbaru yang dimuat dalam Research in Autism Spectrum Disorders, perilaku makan anak yang tak biasa dapat menjadi pertanda bahwa anak tersebut mengalami autisme. Temuan ini diketahui setelah tim peneliti melakukan analisis terhadap perilaku makan pada lebih dari 2.000 anak.

Berdasarkan studi ini, sekitar 70 persen anak dengan autisme memiliki perilaku makan yang atipikal dan itu bisa muncul dalam berbagai bentuk. Beberapa contohnya adalah hipersensitivitas terhadap tekstur makanan dan kebiasaan memasukkan makanan ke dalam mulut tanpa menelannya.

Perilaku makan atipikal juga bisa berupa kecenderungan memilih makanan yang terlalu ekstrem. Dalam hal ini, anak hanya menyukai sedikit sekali jenis makanan. Contoh lainnya adalah hipersentisitvitas terhadap suhu makanan.

Lebih lanjut, studi ini juga mengungkapkan bahwa perilaku makan yang tak biasa memang cukup umum ditemukan pada anak berusia satu tahun dengan autisme. Oleh karena itu, kebiasaan makan yang tak biasa ini dapat menjadi alarm bagi orang tua atau dokter untuk memeriksa anak lebih lanjut terkait kemungkinan autisme.

"Bila dokter mendengar kebiasaan-kebiasaan anak ini dari orang tua, mereka perlu mempertimbangkan perujukan skrining autisme terhadap anak tersebut," jelas salah satu peneliti sekaligus profesor di bidang psikiatri dari Penn State College of Medicine Susan Mayes, seperti dilansir WebMD.

Hal ini dapat membantu dokter untuk mendiagnosis autisme pada anak dengan lebih cepat. Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin cepat pula anak dengan autisme bisa memulai terapi.

Perilaku makan atipikal tujuh kali lebih sering ditemukan pada anak dengan autisme dibandingkan anak dengan gangguan pertumbuhan lain. Sebagain besar anak dengan autisme memiliki dua jenis perilaku makan atipikal atau lebih. Hampir satu per empat anak dengan autisme bahkan memiliki tiga jenis perilaku makan atipikal atau lebih.

Di sisi lain, anak-anak non pengidap autisme yang mengalami gangguan pertumbuhan lain tidak memiliki jenis perilaku makan atipikal yang banyak seperti anak-anak dengan autisme. Oleh karena itu, perilaku makan atipikal pada anak dapat menjadi petunjuk yang membantu dokter dalam menegakkan diagnosis autimse maupun gangguan pertumbuhan yang lain.

"Ketika kita mengevaluasi anak kecil dengan banyak masalah makan, kita dapat mempertimbangkan apakah anak ini mungkin mengalami autisme. Dalam banyak kasus mereka menerima diagnosis autisme ini," jelas Direktur Feeding Program Penn State Children's Hospital Keith Williams.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA