Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Waspada, Banjir dan Longsor Meluas

Rabu 18 Dec 2019 09:46 WIB

Red: Budi Raharjo

Warga berdiri di depan rumahnya yang terendam banjir di Desa Hasan Kareueng, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh, Senin (16/12/2019).

Warga berdiri di depan rumahnya yang terendam banjir di Desa Hasan Kareueng, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh, Senin (16/12/2019).

Foto: Antara/Rahmad
Masyarakat diimbau tingkatkan kewaspadaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan lebat disertai angin kencang melanda berbagai daerah di Indonesia, Selasa (17/12). Akibatnya, daerah yang dilanda musibah banjir dan tanah longsor pun bertambah.

Sejumlah wilayah di DKI Jakarta bahkan mulai terdampak banjir. Menurut catatan BPBD DKI Jakarta, sedikitnya ada 15 titik yang terdapat genangan air dengan ketinggian 10 cm-50 cm. Kondisi ini menyebabkan kemacetan di berbagai ruas jalan Ibu Kota.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, hujan lebat dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia hingga Kamis (19/12). Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana mengatakan, pada Rabu (18/12), hujan lebat berpotensi terjadi di Sumatra Utara, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

Sementara, hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Selatan, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Baca Juga

"BMKG mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah berpotensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir/kilat tersebut untuk selalu berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan," kata Taufan, Selasa (17/12).

photo
Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Pakan Raba'a Tengah, Kecamatan KPGD, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (14/12/2019).


Musibah banjir lebih dulu menimpa sejumlah daerah pada akhir pekan lalu. Dua daerah di antaranya adalah Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Banjir di kedua daerah itu menimbulkan tiga korban jiwa.

Pada kemarin pagi, banjir kembali melanda Solok Selatan. Kali ini terjadi di dua nagari akibat luapan Sungai Batang Pangian dan Batang Ikua. Banjir merendam jalan utama Solok Selatan menuju Sungai Rumbau, Kabupaten Dharmasraya. "Air masuk ke rumah warga dengan ketinggian mencapai satu meter. Jumlah warga yang terdampak 208 jiwa dari 56 kepala keluarga," ujar Wali Nagari Sungai Kunyit, Rusnijal di Padang Aro, Selasa.

Di Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, ada puluhan hektare lahan pertanian terdampak banjir. "Dua puluh lima hektare tanaman padi dan lima hektare tanaman jagung terendam," kata petugas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat, Armansyah, di Kuala, Selasa.

Selain banjir, erosi juga melanda bantaran Sungai Batang Serangan di Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat, tepatnya di Dusun IV, Desa Alur Gadung, yang mengakibatkan tanah amblas sepanjang 30 meter. Hujan deras juga menyebabkan bencana tanah longsor.

photo
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Raya, Selasa (17/12) sore menyebabkan galian C di Kampung Sungapan, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung mengalami longsor. Akibatnya material tanah masuk ke badan jalan sehingga akses jalan menjadi tertutup.


Tanah longsor salah satunya terjadi di kawasan galian di Jalan Raya Soreang-Ciwidey, tepatnya di Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa. Kepala BPBD Kabupaten Bandung Hendra Hidayat mengatakan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.00 WIB saat hujan deras turun mengguyur wilayah Bandung. Longsor tersebut mengakibatkan material longsor menutupi jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Soreang dan Ciwidey. Akses jalan itu sempat ditutup.

Longsor juga terjadi di Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sekira pukul 16.00 WIB. Jalur utama yang menghubungkan Banjarnegara dengan Wonosobo tertimbun longsoran tebing akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah itu. Arus kendaraan dari arah Banjarnegara ataupun Wonosobo untuk sementara dialihkan melalui jalur alternatif di sebelah utara Sungai Serayu.

Mitigasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kemarin menggelar rapat koordinasi penanganan menghadapi ancaman bencana selama musim penghujan. Pertemuan ini dihadiri perwakilan BPBD seluruh provinsi, unsur TNI, Polri, dan kementerian/lembaga lainnya yang berhubungan dengan ancaman bencana hidrometeorologi.

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, rapat kesiapsiagaan ini digelar supaya pemangku kepentingan siap menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin puting beliung, termasuk gelombang pasang. Apalagi, BMKG sudah mengeluarkan peringatan tentang potensi cuaca ekstrem. "Sehingga, seluruh pemangku kepentingan bisa menyusun program kesiapsiagaan di seluruh provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Doni mengatakan, perlu kerja sama berbagai pihak untuk menanggulangi ancaman banjir di hulu dengan melakukan susur sungai. Tim susur sungai, kata dia, harus mengecek tempat-tempat yang rawan penumpukan kayu dan material lain yang bisa menyebabkan terbendungnya aliran air.

photo
Kepala BNPB Doni Monardo


Doni mengatakan, kayu dan material lain yang membendung aliran sungai itu lama-kelamaan bisa jebol ketika debit air sungai meningkat dan curah hujan tinggi. Saat bendungan itu jebol, akan terjadi banjir bandang. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai risiko terjadinya bencana selama musim penghujan.

"Tingkatkan kewaspadaan dengan menghindari tempat-tempat yang berisiko terjadi bencana, terutama masyarakat-masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang dialiri oleh aliran sungai dan bukit-bukit yang berisiko terjadi longsor," kata dia.

Selain itu, ia meminta masyarakat memangkas ranting-ranting pohon sehingga bebannya tidak terlalu berat ketika ditiup angin. Hal itu mesti dilakukan demi mengurangi risiko terjadinya pohon tumbang. n rr laeny sulistyawati/ muhammad fauzi ridwan/antara, ed: satria kartika yudha

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA