Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Akhir Evakuasi Kecelakaan Bus Sriwijaya dan Daftar Korban

Kamis 26 Dec 2019 18:17 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan  di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019).

Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Rabu (25/12/2019).

Foto: Antara/Basarnas Palembang
Tim SAR memutuskan menghentikan evakuasi korban kecelakaan bus Sriwijaya.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Mursalin Yasland, Rahayu Subekti

Baca Juga

Proses evakuasi yang dilakukan tim SAR dan gabungan berbagai elemen dihentikan  pada hari ketiga, Kamis (26/12) petang. Sebanyak 35 korban penumpang bus PO Sriwijaya yang meninggal telah ditemukan dan 13 penumpang lainnya luka-luka.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palembang Benteng Telau, dalam keterangan persnya, Rabu (25/12) malam, mengatakan, korban yang ditemukan sebanyak 48 orang. Mereka terdiri dari korban meninggal sebanyak 35 orang dan korban luka-luka sebanyak 13 orang.

Benteng mengatakan, korban yang meninggal baru ditemukan pada hari kedua sebanyak tujuh orang sudah dibawa ke RSUD Basemah Pagaralam. Korban ditemukan di dalam bus yang masuk sungai dan terdapat korban meninggal yang hanyut di Sungai Lematang.

“Hari ketiga ini (Kamis, 26/12) masih dilakukan pencarian korban,” kata Benteng dalam keterangan persnya, Kamis (26/12).

Berdasarkan keterangan korban yang selamat dan saksi, jumlah penumpang bus Sriwijaya memang simpang siur. Sebelumnya, Polda Sumsel menyebut manifes penumpang PO Sriwijaya sebanyak 54 orang, sedangkan pendataan dari korban dan saksi menyebutkan jumlah korban 48 orang.

Menurut Hairul Pangsa, warga Kota Pagaralam yang turut mengikuti perkembangan peristiwa tersebut, proses evakuasi tim SAR akan dihentikan di hari ketiga, setelah ditemukan 35 orang penumpang meninggal dan 13 orang penumpang luka-luka.

“Berdasarkan data yang diperoleh dari saksi dan korban jumlah penumpang 48 orang, jadi genap ditemukan yang meninggal dan selamat,” katanya saat dihubungi Republika, Kamis (26/12).

Berdasarkan data dan keterangan dari Basarnas Palembang, Kamis (26/12), korban yang meninggal dan ditemukan petugas Tim SAR gabungan elemen lainnya dalam tiga hari terakhir proses evakuasi yakni:
 
Evakuasi Hari Selasa (24/12), data korban meninggal adalah:

  1. Rizki Saputra (laki-laki/L), Desa Pergito, Kabupaten Muara Enim.
  2. Sonia (perempuan/P) umur 17 tahun, Pergito, Muara Enim.
  3. Kelvin Andeka (L), Dusun Kepayang, Bengkulu
  4. Okti Karusniati (P) 35 tahun, Jl Kuala Lempung Ratu Agung, Bengkulu.
  5. Fadhil (L) 10 tahun, Dusun Marya Mula  Pondok Kuba, Bengkulu Tengah.
  6. Rahmat Hidayat (L), Ulu Musi, Desa Air Kelinsar, Empat Lawang.
  7. Farel (L), Desa Kepayang, Bengkulu.
  8. Feryi aprizal (L), 34 tahun, Perumahan Yasera Damai Sako Kenten, Palembang.
  9. Sari Sartika, Jl Letnan Kasnariansyah No.16 RT.19/RW 7 Kel. Ilir Timur 1, Palembang.
  10. Nanik (P), Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang.
  11. Ulul (P), Kabupaten Banyuasin.
  12. Yasiroh (P), Ponpes, Bengkulu.
  13. Ayu Intan Sekarwati (P), 9 tahun, Ramanjaya Muko Muko, Bengkulu.
  14. Melia Sapira (P), Ponpes, Bengkulu.
  15. Efran Fadilah Akbar (L) Kepayang, Bengkulu.
  16. M Akbar Prabowo (L), 13 tahun, Prajen, Banyuasin.
  17. Metriani Andeka (P), 43 tahun, Dusun Kepayang, Bengkulu.
  18. Ali Jaya (L), Gandaria, Bengkulu.
  19. Ilyas (L), Demang Lebar Daun, Palembang.
  20. Jimmi Yuda Sanjaya (L), 23 tahun, Empat Lawang.
  21. Kristina Yamiati (P), 50 tahun, Dusun Bukit, Kec. Semidang Langan, Bengkulu Tengah.
  22. Warsono (L), Kec. Mariana, Banyuasin.
  23. Imron (L), Enggano, Bengkulu.
  24. Rosita (P), 50 tahun, Jl Sriwijaya Kape Sidorejo Pasar Muaraenim.
  25. Feri (L), 48 tahun, belakang Pondok Kec. Ratu Samban, Bengkulu.
  26. Dwi Sunarto (L), 56 tahun, Dusun Bukit Kec. Semidang, Bengkulu Tengah.
  27. Raihan Gani (L), 5 tahun,  Ulu Musi, Empat Lawang.
  28. Raisa (P), 5 tahun, Palembang.


Evakuasi Hari Rabu (25/12), jenazah yang ditemukan:

  1. Nayla binti Samsoni (P), 10 tahun, Lintang, Empat Lawang.
  2. Asiah binti Agus Abdulah (P), 65 tahun, Flamboyan No 17, Bengkulu Kota.
  3. Hesti Nurmawati (P), 30 tahun, Desa Margomulyo Kec. Podokkubang, Bengkulu Tengah.
  4. Intan Purnama Sari binti Mmisdi (P), 19 tahun, Jl Sriwijaya RT. 03/RW. 02, Kel. Pasar Riga, Muaraenim.
  5. Fitri Apriat alias Kiki (P), 39 tahun, Jl Fakih Usman Kertapati, Palembang.
  6. Indah Putri Utami binti Dermesy (P), 11 tahun, Bangka Hulu, Bengkulu.
  7. Yuliana (P), 56 tahun, Jl Enggano No. 4 RT. 03/RW. 01 Kec. Sungai Seruti, Kota Bengkulu.

(Data Kamis (26/12), jumlah korban meninggal dunia 35 orang, semuanya sudah diambil keluarga dari RSUD Basemah Pagaralam).

Jumlah korban luka-luka 13 orang:

  • Empat orang (Darusalam, Lukman, Aldi, Ridwan) dirujuk ke RSUD Kota Bengkulu.
  • Enam orang (Basarudin, Hepriyadi, Haris, Reky, Hasanah, dan Hotijah) masih dirawat di RSUD Basemah Pagaralam.
  • Tiga orang (Sukiyem dan Aisyah dari Bengkulu, dan Aril dari Palembang) dijemput keluarga korban.
photo
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Kamis (26/12/2019).

Rekomendasi KNKT

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan kondisi jalan di lokasi kecelakaan bus Sriwijaya Mitsubishi Fuso BM pada Senin (23/12) cukup rawan. Setelah menyelesaikan pemeriksaan, Investigator Sub Komite Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT Achmad Wildan mengatakan sudah menyiapkan rekomendasi untuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berdasarkan kondisi jalan tersebut.

“Jalan tersebut memiliki banyak hazard sehingga rekomendasi KNKT kepada Kemenhub agar melakukan survei inspeksi keselamatan jalan,” kata Wildan kepada Republika, Rabu (15/12).

Wildan mengatakan, inspeksi tersebut harus dilakukan untuk mengidentifikasi hazard serta membuat program mitigasinya. Sebab, dari pemeriksaan geometrik jalan, ditemukan hasil kondisi jalan ekstrem dengan turunan dan tikungan tajam.

Menurut dia, kondisi jalan dengan topografi naik turun dan berkelok tersebut berpotensi menyebabkan brake fading. “Khususnya pada mobil besar seperti bus dan truk terutama pengemudi yang tidak menggunakan gigi rendah saat melalui turunan,” kata Wildan.

Sebelumnya, KNKT mengungkapkan, pengemudi saat melalui turunan panjang dan berkelok menggunakan gigi persneling tinggi. Hal tersebut menurut Wildan menyebabkan exhaust brake dan engine brake tidak bekerja optimal. Kondisi tersebut memaksa service brake bekerja maksimal.

Service brake yang bekerja maksimal memicu terjadinya overheat pada kampas,” tutur Wildan.

Menurut dia, saat kampas mengalami overheat membuat permukaan geseknya menjadi nol. Sehingga, kata Wildan, hal tersebut menurunkan brake efectivity yang dapat dikatakan sebagai fenomena brake fading.

“Pada saat brake fading system, rem bekerja tapi tidak mampu mencegah roda berhenti berputar atau yang orang awam bilang rem blong,” ujar Wildan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta operator angkutan darat atau bus berbenah, setelah kecelakaan Bus Sriwijaya yang terjadi di Pagar Alam, Sumatera Selatan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan, peran operator sangat dibutuhkan untuk menjamin keselamatan para penumpang.

"PO ini kan investasinya tidak murah, jadi kita harapkan pemilik kendaraan angkutan juga mempunyai awareness. Selain mengamankan investasi kemudian bisnis, tapi juga keselamatan," kata dia saat meninjau Terminal Indihiang, Kota Tasikmalaya, Rabu (25/12).

Menurut dia, tak perlu menunggu terjadinya kecelakaan untuk berbenah. Pasalnya, dampak kecelakaan akan mengakibatkan kerusakan material cukup berat, baik bagi operator, pemerintah, maupun masyarakat.

Agar kejadian serupa tak terulang, Budi berharap adanya kerja sama yang baik dari pihak operator kendaraan angkutan orang untuk meningkatkan faktor keamanan dan keselamatan penumpang. Ia menyebutkan, Kemenhub telah memiliki Rencana Umum Nasional untuk Keselamatan (RUNK) dan melalukan berbagai upaya mengantisipasi terjadinya kecelakaan di jalan raya.

"Mungkin tidak secara sporadis, tapi ada progres dan komitmen dari kita untuk itu. Tinggal kita harapkan kerja sama yang baik, awareness dari operator untuk sama-sama lebih baik," kata dia.

photo
Petugas gabungan dari SAR Pagaralam, TNI, Polri, BPBD dan Tagana melakukan evakuasi Bus Sriwijaya rute Bengkulu - Palembang yang mengalami kecelakaan di Liku Sungai Lematang, Prahu Dipo, Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Kamis (26/12/2019).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA