Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Pemprov Jabar Ajak Masyarakat Siaga Bencana

Ahad 29 Dec 2019 23:42 WIB

Rep: Arie Lukihardanti/ Red: Muhammad Hafil

 Pemprov Jabar Ajak Masyarakat Siaga Bencana. Foto: Longsor menutup akses jalan penghubung Desa Garumukti dan Desa Linggarjati, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jumat (27/12)

Pemprov Jabar Ajak Masyarakat Siaga Bencana. Foto: Longsor menutup akses jalan penghubung Desa Garumukti dan Desa Linggarjati, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jumat (27/12)

Foto: Dok BPBD Kab Garut
Wagub Jabar ingatkan masyarakat Jabar sedia payung sebelum hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengajak seluruh masyarakat Jabar agar waspada kebencanaan. Karena, wilayah Jabar memang dianggap rawan bencana karena kondisi geografisnya.

"Beberapa tempat khususnya wilayah Jawa Barat bagian selatan rawan bencana. Ada juga bencana yang di wilayah utara," ujar Uu kepada wartawan, akhir pekan ini.

Uu mengaku, Jawa Barat kalau dibandingkan dengan provinsi lain, frekuensi bencananya lebih banyak. "Oleh karena itu untuk kesiapsiagaan, kami Insya Allah hari ini sudah maksimal dengan rapat koordinasi beberapa kali," kata Uu.

Uu mengatakan, Pemerintah Provinsi Jabar melalui dinas terkait, serta organisasi masyarakat hingga TNI/ Polri, telah siaga bertindak terhadap tanggap darurat kebencanaan.

"Ini (ibarat) sedia payung sebelum hujan, karena pemerintah harus siap siaga bencana," katanya.

Uu pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang mengundang bencana. Termasuk, dengan melakukan upaya preventif seperti tidak menebang pohon sembarangan, tidak membangun rumah di tempat-tempat yang rawan, serta tidak membuang sampah sembarangan.

"Kami yakin masyarakat juga sudah paham, (punya) tingkat kesadaran untuk menaati apa yang diharuskan," kata Uu.

Uu berharap, masyarakat agar tidak ragu melapor kepada pihak berwajib bila menemukan kegiatan ilegal yang melanggar hukum sekaligus membahayakan lingkungan. 



Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA